Uang Rp 8 Juta di Jok Motor Raib, Nasabah Kecewa Bank Permata Tak Dilengkapi CCtv

869
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Hati-hati dalam menyimpan uang di dalam jok motor. Pengalaman yang dialami Sri Yusnaini, warga Perumahan Mantang Blok D Nomor 18B patut jadi pelajaran. Hanya dalam hitungan menit, uang senilai Rp 8 juta yang disimpan di dalam jok motor raib dicongkel maling, Senin (16/5).

Menurut Sri, kejadian bermula saat ia baru selesai mencairkan cek senilai Rp 15 juta dari Bank BRI di Batuaji. Hanya berjarak beberapa meter, ia kemudian mendatangi Bank Permata untuk menyetor uang Rp 7 juta. “Sedangkan sisanya, uang Rp 8 juta saya simpan di jok motor,” ujar Sri.

Tak sampai 20 menit, ia keluar dari Bank Permata menuju parkiran motornya yang berada tepat di depan bank tersebut. Ia melihat jok motornya sudah dalam keadaan terbuka. Saat diperiksa, ternyata uang yang baru dicairkan tersebut sudah tidak ada lagi. “Uangnya saya simpan di dalam amplop,” sebut Sri didampingi suaminya Darizal, saat membuat laporan di Mapolsek Batuaji.

Ia juga mengaku sudah melaporkan masalah ini ke pihak bank. Namun tanpa ada alasan yang kuat, pihak bank mengaku tak memiliki kamera pengawas (CCTv). “Yang jadi pertanyaan kenapa bank sebesar itu tak memiliki CCtv. Ruko dan bahkan rumah saja malahan ada CCTvnya,” kesalnya.

Ia juga menyayangkan pihak keamanan bank yang tidak bertanggungjawab. “Padahal jelas-jelas, kita parkir di depan bank. Malahan sekuritinya bilang gak melihat dan seperti tak mau tahu. Jadi keamanan seperti apa yang bisa diberikan Bank Permata kepada nasabahnya,” tanya Sri.

Sementara itu, pihak Bank Permata Fanindo, Batuaji yang dikonfirmasi koran Batam Pos (grup batampos.co.id) beberapa kali dihubungi tidak menjawab sambungan telepon.

“Harapan kita, kalau ada CCTvnya, supaya ke depannya tidak ada lagi nasabah Bank Permata yang menjadi korban pencurian,” pungkas Sri. (rng)

Respon Anda?

komentar