Terpaksa Diundur, Ujian Sekolah Tetap Terlaksana

487
Pesona Indonesia
Ratusan rumah terendam banjir usai hujan deras melanda Tapteng, Minggu (15/5) malam hingga Senin (16/5) dini hari. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Barus. Sejumlah warga mulai melakukan aktivitas pada pagi menjelang siang, setelah air mulai surut.
Ratusan rumah terendam banjir usai hujan deras melanda Tapteng, Minggu (15/5) malam hingga Senin (16/5) dini hari. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Barus. Sejumlah warga mulai melakukan aktivitas pada pagi menjelang siang, setelah air mulai surut.

batampos.co.id – Banjir yang merusak pemukiman, rumah ibadah, kantor pemerintah, infrastruktur, lahan pertanian dan sekolah, menyebabkan pelaksanaan Ujian Sekolah (US) serentak tingkat sekolah dasar (SD) sempat terkendala hingga terpaksa diundur beberapa dari jadwal semula yang ditetapkan, yakni pukul 08.00 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan Tapteng Delta Pasaribu usai melaksanakan peninjauan pelaksanaan US serentak di SDN Aksara Sibuluan II Pandan, Senin (16/5) pagi menjelaskan, dari hasil tabulasi yang dilakukan, terdapat 245 siswa dari 13 sekolah se-Tapteng yang pelaksanaan US serentak sempat mengalami kendala akibat ruang kelas maupun jalan menuju sekolah masih digenangi banjir.

Namun, dengan kebulatan tekad dan semangat para guru beserta siswa peserta US, akhirnya US serentak tetap dilaksanakan walau jadwalnya sempat molor 1 hingga 1,5 jam dari jadwal semula.

Banjir yang melanda sebagian wilayah Tapteng juga turut menggenangi sebagian sekolah dasar maupun madrasah yang akan melaksanakan US. Walau kita sempat membuat kebijakan untuk menunda pelaksanaan US serentak menjadi pukul 14.00 WIB bagi sekolah yang terkena banjir, tetapi ternyata pada pukul 08.30 WIB dan sebagian pukul 09.30 WIB sudah ada yang terlaksana.

“Ada sebagian sekolah yang tetap melaksanakan US dengan kondisi ruang sekolah yang masih digenangi air, seperti di MIS NU Sorkam Barat,” ujar Delta Pasaribu.

Selain itu, ada sekolah yang melaksanakan US dengan terpaksa memindahkan lokasi ujian ke sekolah lainnya yang tidak tergenangi banjir, seperti di SDN Padang Masiang I dan SDN Padang Masing II Kecamatan Barus, yang ditumpangi oleh peserta US dari 4 sekolah lain di sekitarnya, yakni dari MIS NU Barus, SDN Pasar Terandam, SDN Sigambo-gambo 1 dan MIN Barus.

“Yang pasti, seluruh sekolah yang kebanjiran sudah dapat melaksanakan US untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan lancar,” pungkasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar