Virus Zika Terdeteksi di Singapura, Kepri Waspada

743
Pesona Indonesia

Nyamuk DBDbatampos.co.id – Terdeteksinya virus Zika di Singapura, membuat Provinsi Kepri waspada. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana meminta seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan yang menjadi jalur masuk internasional lebih meningkatkan kewaspadaan.

“Kita harus waspada, karena Kepri ada beberapa pintu masuk internasional yang langsung dari Singapura. Untuk itu petugas kesehatan pelabuhan harus waspada,” ujar Tjetjep Yudian, Senin (16/5).

Lebih lanjut katanya, setiap pintu masuk internasional juga harus diawasi dengan termometer scan. Sehingga bisa mendeteksi suhu panas yang tidak normal,” jelas Tjetjep.

Masih kata Tjetjep, masyarakat di Provinsi Kepri juga diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Terutama dalam hal menguras, menutup, dan mengubur. Sehingga tidak memberikan ruang kepada nyamuk aedes aegypti untuk berkembang biak. Ditegaskannya, sampai sejauh ini belum ada ditemukan kasus di Provinsi Kepri.

“Kita harus sama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Karena apabila terdeteksi, maka penyebarannya sangat cepat. Makanya harus kita cegah bersama-sama sebelum terjadi.

Seperti diketahui, Singapura pada Jumat (13/05) mendeteksi kasus Zika pertama dari seseorang yang pernah berkunjung ke Brasil, ungkap pusat wabah penyakit tersebut seperti dikutip dari AFP. Kementerian Kesehatan mengatakan pria asing berusia 48 tahun itu, yang memiliki izin tinggal permanen di Singapura, pernah mengunjungi Sao Paolo pada 27 Maret hingga 7 Mei.

Dia mengalami demam dan ruam mulai 10 Mei dan dirawat di rumah sakit dua hari kemudian serta diisolasi, menurut pernyataan bersama kementerian kesehatan bersama National Environment Agency (NEA). Brasil merupakan sumber wabah virus Zika, dengan virus itu dituding sebagai penyebab cacat pada bayi yang baru lahir dari wanita yang terinfeksi.

“Pasien itu terbukti positif mengidap Zika pada 13 Mei,” menurut pernyataan bersama itu seraya menambahkan pasien tersebut akan dipindahkan ke Communicable Diseases Centre di Tan Tock Seng Hospital milik pemerintah.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar