Dana Tak Turun, Pengurus dari 22 Cabor Galang Dana Untuk Atlet Kepri yang Lolos PON

815
Pesona Indonesia
Sejumlah pelatih dari Cabor yang lolos  PON berjabat tangan usai  memberikan keterangan kepada pers tentang penggalangan dana untuk PON di Batamcenter,  Selasa (17/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Sejumlah pelatih dari Cabor yang lolos PON berjabat tangan usai memberikan keterangan kepada pers tentang penggalangan dana untuk PON di Batamcenter, Selasa (17/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Selasa (17/5), tepat 124 hari menuju bergulirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Bandung yang akan dimulai 17 September mendatang. Hingga saat ini dana PON dari Pemerintah Provinsi Kepri belum juga turun.

Pelatih-pelatih dan pengurus cabang olahraga (cabor) yang lolos PON 2016 mulai mengambil tindakan nyata guna mengatasi masalah tersebut. Mereka pun berkumpul di Garden Cafe Graha Pena untuk melakukan konferensi pers mengenai hal tersebut. “Tidak bisa begini terus, mau sampai kapan kita tunggu,” ujar Ketua harian Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kepri, Usep RS, Selasa (17/5).

Pelatih dan pengurus cabor dari 22 cabor yang lolos PON ini akhirnya membuat suatu gebrakan yang belum pernah ada sebelumnya di Indonesia. Yaitu berinisiatif membuka dompet peduli untuk atlet-atlet Kepri yang lolos PON. “Kita hanya ingin membantu pemerintah,” kata Usep.

Sampai saat ini tidak ada pelatihan daerah (pelatda) dan training center yang diadakan untuk persiapan menuju PON. “Kita semua latihan sendiri-sendiri dengan dana juga dari pribadi pengurus masing-masing cabor,” keluh Usep. Setelah bersusah payah dengan berkorban materi dan tenaga supaya lolos PON, namun setelah lolos, perhatian pemerintah tidak ada.

Sambung pelatih cabor layar Kepri, Weng Syamsi, target yang dicanangkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri kepada kita adalah 10 emas dan masuk 15 besar dalam ajang PON 2016. “KONI menarget kita, tapi mereka sendiri belum bisa berbuat apa-apa,” kata Weng Syamsi.

Ia mengaku prihatin dengan kondisi ini, apalagi cabor layar adalah ujung tombak Kepri untuk mendulang emas di PON nanti. “Kita ditarget lima emas untuk cabor layar,” ujarnya.

Tentu itu hal yang amat sulit diraih melihat kondisi olahraga Kepri saat ini. “Kontingen dari provinsi lain yang sudah menyiapkan pelatda dan training center selama setahun untuk PON ini belum tentu bisa meraih medali, apalagi persiapan kami yang bisa dibilang tidak ada ini,” beber Weng yang terlihat emosional.

Untuk itu ia berharap kepada masyarakat Kepri yang peduli dengan olahraga Kepri untuk membantu atlet-atlet, putra-putri daerah Kepri.

Pelatih tinju Kepri, Erzon juga mengatakan, “Kita ini ke PON dengan membawa nama Kepri, lalu kemana pemerintah Kepri saat ini,” ujarnya. Ia juga menyinggung, sebenarnya ini tanggung jawab pemerintah atau masing-masing cabor. Para pelatih dan pengurus caborpun sudah menemui Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat menghadiri turnamen tenis veteran beberapa waktu lalu. “Jawaban pak gubernur sangat normatif sekali, yaitu belum cair dananya, disuruh sabar katanya,” kata Erzon. .

Sejak saat itulah pelatih dan pengurus dari 22 cabor tersebut sepakat untuk melakukan penggalangan dana untuk PON dengan membuka rekening dengan nomor 1062002219 di Bank Riau Kepri atas nama Persatuan Pelatih PON 19. “Daripada mengharapkan bantuan pemerintah yang belum jelas, lebih baik kita mengandalkan bantuan masyarakat Kepri,” tutur Erzon lagi.

Pelatih sepeda Kepri, Makali juga menyesalkan kejadian ini. Ini merupakan keikutsertaan cabor sepeda untuk pertama kalinya di ajang PON, namun kondisinya sudah seperti ini. “Perjuangan atlet tidak mudah untuk masuk PON,” sebutnya. Namun ia bersama pelatih cabor lainnya dan para atlet tentunya tetap melaksanakan kewajibannya masing-masing. “Pelatih tetap melatih, atlet juga tetap berlatih, bagaimanapun kita tetap berjuang,” ungkap Makali.

Salah satu atlet layar Kepri, Alex yang berhasil mendapat emas di PON 2012 lalu telah dijanjikan akan mendapat speed boat, namun sampai saat ini janji tersebut belum terealisasi. Hal tersebut bisa merusak mental atlet itu sendiri.

Dalam konferensi pers di Garden Cafe Graha Pena ini hadir perwakilan cabor dari IMI, layar, anggar, tinju, sepeda, selam, karate dan biliard. Namun pada intinya, ke-22 cabor ini mengharap dukungan kepada masyarakat Kepri. “Membuka hati dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap insan olahraga Kepri,” pungkas Usep yang diamini Weng Syamsi, Erzon, Makali, Dharu (anggar), Arjuan (karate), Wawan (selam) dan Bram (biliard). (cr16)

Respon Anda?

komentar