Diperiksa KPK Lagi, Sunny Dicecar Pertemuan Pengembang dengan Ahok

763
Pesona Indonesia
Sunny Tanuwidjaja. Foto: istimewa/http://citraindonesia.com
Sunny Tanuwidjaja. Foto: istimewa/http://citraindonesia.com

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sunny Tanuwidjaja. Pria yang sisebut-sebut sebagai staf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ini kali ketiga Sunny diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan Raperda mengenai reklamasi teluk Jakarta dengan tersangka MSN (Mohamad Sanusi).

“Dia (Sunny, Red) menjalani pemeriksaan lanjutan sebelumnya, tentang keterlibatan dalam mengatur pertemuan yang membicarakan tentang kontribusi pengembang dan juga izin reklamasi,” kata Juru Bicara KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2016).

Sunny tampak hadir di gedung KPK sejak pukul 10.00 WIB. Sayangnya, orang dekat Ahok itu enggan buka suara soal kedatangannya hari ini.

“Nanti saja setelah saya di-BAP,” kata Sunny.
Sunny disebut-sebut sebagai perantara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD dan perusahaan pengembang yang ikut dalam proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta.

Hal tersebut telah diakui Sunny kepada penyidik saat diperiksa beberapa waktu lalu.

Dia juga menjelaskan usulan-usulannya mengenai pembahasan Raperda Reklamasi. Namun, usulannya tidak termasuk untuk menurunkan usulan kontribusi tambahan dari 15 persen menjadi 5 persen.

Selain itu, Sunny mengaku Ahok beberapa kali memintanya untuk menjadwalkan pertemuan dengan pihak pengembang. Menurut dia, Ahok tidak hanya minta dijadwalkan dengan pihak pengembang saja, namun juga dengan warga.

Selain Sunny, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Anggota Badan Legislasi Daerah DPRD DKl Jakarta Mohamad Sangaji.

Dia akan diperiksa untuk tersangka lain dalam kasus ini yakni Presiden Direktur Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Sunny menjadi salah satu yang turut dicegah keluar negeri dalam perkara ini. Saksi lain yang juga dicegah ke luar negeri adalah bos PT Agung Sedayu Group, Sugiyanto Kusuma alias Aguan.

Sunny disebut-sebut sebagai perantara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, DPRD dan perusahaan pengembang yang ikut dalam proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta.

Hal tersebut telah diakui Sunny kepada penyidik saat diperiksa beberapa waktu lalu.

Dia juga menjelaskan usulan-usulannya mengenai pembahasan Raperda Reklamasi. Namun, usulannya tidak termasuk untuk menurunkan usulan kontribusi tambahan dari 15 persen menjadi 5 persen.

Selain itu, Sunny mengaku Ahok beberapa kali memintanya untuk menjadwalkan pertemuan dengan pihak pengembang. Menurut dia, Ahok tidak hanya minta dijadwalkan dengan pihak pengembang saja, namun juga dengan warga. (put/jpg)

Respon Anda?

komentar