Gelar Operasi Gerhana, Bea Cukai Tindak 27 Upaya Penyelundupan

1139
Pesona Indonesia
Petugas Bea Cukai. Foto: istimewa
Petugas Bea Cukai. Foto: istimewa

batampos.co.id – Sebanyak 27 kali penindakan dilakukan Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kementrian Keuangan selama Patroli Laut Operasi Gerhana 2016.

Operasi yang merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo ini bertujuan mencegah penyuludupan barang-barang ilegal seperti Narkotika, Psikotropika dan Prekursor (NPP), barang kategori dilarang dan dibatasi seperti pakaian bekas dan produk pangan berupa bawang, beras dan gula.

“Operasi Gerhana 2016 dilaksanakan sesuai arahan presiden, titik fokusnya di Selat Malaka,” ujar Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Taufiq disela-sela evaluasi pelaksanaan Patroli Laut Operasi Gerhana 2016, Selasa (17/5).

Menurutnya, operasi laut ini dilaksanakan selama satu bulan penuh, mulai 7 April sampai 7 Mei 2016 yang dibagi dalam dua kali periode.

Daerah operasi meliputi perairan Selat Malaka dan sekitarnya. Melibatkan empat wilayah kerja yakni kanwil DJBC Aceh, kanwil DJBC Riau dan Sumatera Barat, kanwil DJBC khusus Kepulauan Riau dan Kantor Pelayanan Utama (KPU) BC Tipe B Batam.

“Dalam operasi ini kita melibatkan empat kanwil dengan 14 kapal patroli,” tutur Rafiq.

Selama operasi, DJBC melakukan pemeriksaan kapal sebanyak 272 kali. Hasilnya, sebanyak 27 kapal ditindak akibat membawa barang-barang seludupan. Operasi ini dibantu penuh oleh jajaran Polri dan TNI.

“Hampir setiap hari selama operasi kita melakukan penindakan, baik kapal ekspor maupun impor,” lanjut Rafiq.

Adapun kapal yang diamanakan ialah:

  1. Kapal Tanker MV Asphalt Abadi yang membawa 1.890 KL aspal ilegal.
  2. KM Suir Jaya GT.5 memuat 120 karung gula, 25 karton mikol 35 persen, 50 karung bawang merah, dan 50 tilam bekas.
  3. Kapal Harapan kita bermuatan 51.250 kg amonium nitrat.

Seperti diketahui, amonium nitrat ini merupakan bahan untuk membuat bom peledak, yang disinyalir digunakan para pelaku untuk membuat bom ikan.

“Dikhawatirkan amonium nitrat ini juga digunakan untuk kegiatan teroris,” sebutnya.

Dari 27 kasus penindakan, 17 diantaranya merupakan kasus penyeludupan bawang merah dari Malaysia. Dimana dua tangkapan diantaranya, kru kapal positif memakai narkoba.

Lalu kejar-kejaran dengan speedboat 5 mesin juga terjadi, dimana diketahui pelaku membawa 260 ctn rokok merek A100 dan 93 ctn Luffman. Para pelaku terpaksa dilumpuhkan petugas karena kabur dan sempat melawan.

“Ini modus baru, penyeludupan rokok ke luar Batam menggunakan kapal cepat,” sebutnya lagi.

Sementara itu, Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil BC Tanjungbalai Karimun, Revy mengatakan, delapan orang pemilik dan nahkoda kapal ditetapkan sebagai tersangka. Sebanyak 17 kasus dilimpahkan ke Balai Karantina, dua kasus dalam proses administrasi serta delapan kasus masih dalam penyelidikan.

“Sesuai arahan presiden, ini adalah bulan-bulan rawan penyeludupan. Maka dengan itu, Patroli Laut Operasi Gerhana 2016 akan dilanjutkan kembali paling cepat minggu ini dan paling lambat minggu depan,” tegas Revy. (rng/bp)

Respon Anda?

komentar