Koperasi Terus Tumbuh di Anambas, Tapi Lebih Banyak yang Tidak Aktif

656
Pesona Indonesia
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas. Sri Dewi. foto:syahid/batampos
Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas. Sri Dewi. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Banyak koperasi di Kabupaten Kepulauan Anambas kini tidak aktif. Dari 76 koperasi yang ada, hanya 30 koperasi yang masih aktif, sementara itu 46 koperasi lainnya dinyatakan tidak aktif lagi.

Koperasi itu dinyatakan tidak aktif karena dalam setiap tahunnya sudah tidak ada kegiatan seperti kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT), pembukuannya tidak jelas, kepengurusan koperasi dan keanggotaan koperasi juga tidak jelas.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas Sri dewi, mengatakan, ada beberapa penyebab mengapa koperasi di Anambas banyak yang sudah tidak aktif lagi. Salah satunya yakni tidak adanya transparansi antara pengurus dengan anggota, simpanan wajib yang seharusnya rutin dilakukan sudah tidak berjalan dan beberapa penyebab lainnya.

“Simpanan wajib seharusnya dilakukan secara rutin tapi tidak jalan, ini menjadi salah satu penyebab koperasi tidak aktif,” ungkap Dewi.

Diakuinya dari 30 koperasi yang aktif tersebut hanya ada di tiga kecamatan saja yakni Kecamatan Siantan Tengah, Palmatak dan Kecamatan Jemaja Timur. Masing-masing koperasi di kecamatan itu masih ada tenaga pendamping dan masih bisa melakukan aktifitasnya. “Koperasi yang ada
di tiga kecamatan itu masih aktif, masih bisa melakukan RAT setiap tahun,” ungkapnya.

Sementara itu 46 koperasi yang sudah tidak aktif ada di empat kecamatan yakni Kecamatan Jemaja, Siantan Timur, Siantan Selatan dan kecamatan Siantan. Untuk mengaktifkan kembali koperasi yang sudah tidak aktif diakuinya menemui banyak kendala.

Karena koperasi di empat kecamatan itu sudah tidak ada tenaga pendamping. Tenaga pendamping yang sebelumnya ada sudah banyak yang mengundurkan diri dengan alasan menikah dan sebagainya. “Koperasinya ada tapi pendampingnya tidak ada,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, sebenarnya pembentukan koperasi dari tahun ke tahun terus meningkat. Dari tahun 2010 lalu hanya ada 45 koperasi dengan koperasi aktif 23 dan yang tidak aktif 22 koperasi. Pada tahun 2011 naik menjadi 58 koperasi. Sejumlah 36 koperasi aktif sementara 22 lainnya
tidak aktif. Pada tahun 2012 naik lagi menjadi 66 koperasi. Sejumlah 45 aktif 21 tak aktif.

Tahun 2013 naik lagi menjadi 68 koperasi dengan 46 koperasi aktif dan 22 koperasi tidak aktif. Pada tahun 2014 naik lagi menjadi 70 koperasi. Namun saat itu banyak koperasi yang mulai tidak aktif yakni 28 koperasi yang aktif dan 42 koperasi tidak aktif. “Pada tahun 2015 terus naik dan 2016 ini ada 76 koperasi tapi koperasi yang aktif hanya 30 saja dan yang tidak aktif 46 koperasi.

Menurutnya, geliat hanya terjadi pada saat pembentukan awal saja. Sementara itu sewaktu sudah saatnya mengurus akta notaris, menjadi tidak semangat lagi. “Semangatnya hanya satu bulan saja, kalau sudah saatnya mengurus akta notaris sudah malas,” ungkapnya.

Sekertaris Koperasi Serba Usaha yang ada di Antang, Desa Tarempa Timur, Fitriyyadi mengatakan sudah dua tahun ini belum ada pembinaan secara khusus dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun mendapat pembinaan dan bimbingan teknis dari Pemerintah
Provinsi Kepri. “Tapi tetap melalui Disperindag Kabupaten Kepulauan Anambas,” ungkapnya.

Diakuinya, usaha yang sudah dilakukan koperasi yang ia kelola yakni bergerak dibidang sektor riil seperti penjualan pulsa, peralatan kendaraan dan BBM. Meski sudah berjalan lancar namun pihaknya mengaku masih memerlukan petunjuk dan arahan dari pemerintah daerah demi kemajuan koperasi yang ia kelola. “Kita masih memerlukan arahan, bimbingan dan petunjuk dari daerah,” ungkapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar