Lansia pun Perlu Diproteksi dari Hal Negatif

820
Pesona Indonesia
Lansia.
Lansia.

batampos.co.id – Sebanyak 75 lanjut usia (Lansia) dari enam kecamatan di Kabupaten Bintan mendapatkan siraman rohani dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat di Gedung Convention, Hotel Hermes, Kecamatan Toapaya, Selasa (17/5). Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini ditangani Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bintan dengan mengundang nara sumber dari BNN Pusat, Dr Mely Puspitasari dan BNNP Kepri, Dr Kusmadi.

Lansia yang ikut serta dalam kegiatan ini berasal dari Kecamatan Bintan Timur 13 orang, Teluk Sebong 12 orang, Toapaya 13 orang, Gunung Kijang 12 orang, Bintan Utara 13 orang, dan Seri kuala lobam 12 orang.

“Kita berikan siraman rohani kepada lansia di Bintan. Agar mereka bisa menjalani hidup sesuai ajaran agama,” ujar Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam saat membuka acara pembinaan rohani kepada lansia di Bintan.

Usia 60 tahun ke atas ini sangat rentan dengan hal-hal negatif yang berkembang di sekitar lingkungan. Maksudnya dalam usia yang sudah lanjut itu banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab dalam melakukan suatu hal yang buruk. Sehingga untuk menangkalnya lansia perlu diberikan sebuah siraman rohani agar kuat menghadapi perlakuan maupun tindakan dari lingkungan luar.

Jadi sebagai bentuk kepedulian Pemkab Bintan terhadap lansia yang ada di Bintan dilaksanakanlah siraman rohani melalui BNN Pusat. Dengan harapan agar lansia dapat memahami dan mengetahui tentang kondisi mental, spiritual, peningkatkan kesadaran iman dalam melakukan ibadah, tanggung jawab moral dan pengembangan kepribadian.

“Usia lanjut memiliki ciri keberagamaan atau kepercayaan. Karena masa-masa yang telah dilewati sebelum terjadinya perkembangan zaman. Jadi untuk menangkal dari hal-hal negatif kita berikan siraman rohani, salah satu aspeknya tentang bahayanya narkoba,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar