Nelayan Tewas Disambar Petir

566
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg
Ilustrasi. Foto: fajar/jpg

batampos.co.id – Nelayan Kampung Tanah Merah, Desa Penaga, Sarimun, 43, disambar petir saat mencari udang di Perairan Kecamatan Teluk Bintan, Senin (16/5) sekitar pukul 16.00 WIB.
Jasad bapak tiga anak ini ditemukan keluarganya sendiri dalam kondisi terapung dan mengalami luka bakar disekujur tubuh.

”Saya tak menyangka petir menghantam adik saya hingga tewas seketika,” ujar kakak korban, Maina di rumah duka, Selasa (17/5).

Maina menceritakan, adiknya itu mencari udang di Perairan Kecamatan Teluk Bintan sekitar pukul 13.00 WIB. Lokasi tempat korban mencari udang hanya berjarak 400 meter dari kediamannya.

Asik mencari udang selama tiga jam atau sekira pukul 16.00 WIB, tiba-tiba hujan lebat mengguyur perairan tersebut diiringi gemuruh petir.

Ketika gemuruh petir terus menggelegar hingga membuat kaca rumahnya bergetar, ia bergegas keluar dan berteriak agar adiknya itu segera menghentikan aktifitasnya atau naik ke darat. Belum sempat teriakannya disahut, petir sudah menyambar adiknya hingga membuatnya pingsan.

Ia pun lantas memanggil tetangganya, Muhammad untuk menyelamatkan adiknya dari lokasi kejadian.

”Saya dan Muhammad menggotongnya hingga ke darat, lalu melarikannya ke ibu bidan untuk diperiksa. Namun nyawanya tak bisa terselamatkan,” katanya sembari menangis.

Kasat Reskrim Polres Bintan, AKP Arya Tesa Brahmana membenarkan adanya kejadian itu. Bahkan dari hasil pemeriksaan salah satu tim medis di Kampung Tanah Merah juga membenarkan kalau korban sudah tewas. Korban mengalami luka bakar disekujur tubuh akibat hantaman petir tersebut.
Mendapati korban sudah tidak bernyawa, pihak keluarga korban langsung membawa jenazahnya untuk disemayamkan di rumah duka.

Sehari kemudian, Selasa (17/5) sekitar pukul 09.00 WIB jenazah korban telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Tanah Merah. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar