Raskin Akan Dihapus, Pemerintah Sudah Siapkan Gantinya

1591
Pesona Indonesia

KEDIRI, 19/1 - PENYALURAN RASKIN. Seorang buruh panggul melakukan bongkar muat beras untuk rakyat miskin (Raskin) di gudang Bulog Sub Divre V Kediri, Jawa Timur, Selasa (19/1). Untuk menekan kenaikan harga beras dipasaran, Perum Bulog Divre V Jatim akan menyalurkan 40.000 ton raskin hingga akhir Januari. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, harga beras di Jawa Timur naik dari Rp 5.500 per kilogram pada Desember 2009 menjadi Rp 6.000 per kilogram pada Januari 2010. FOTO ANTARA/Arief Priyono/Koz/hp/10.

batampos.co.id – Pemerintah akan segera mengakhiri program beras miskin (raskin) bagi masyarakat yang kurang mampu.

Pasalnya, penyaluran raskin hingga saat ini masih menyisakan persoalan yang serius. Salah satunya adalah banyak kasus raskin tidak layak dikonsumsi.

Sebagai gantinya, pemerintah akan membagikan voucher pangan bagi warga miskin. Deputi III Kantor Staf Kepresidenan, Denni Puspa Purbasari, mengatakan wacana voucher pangan bagi masyarakat miskin dinilai lebih praktis dan tepat sasaran.

“Voucher tersebut bisa digunakan untuk menembus beras di pedagang retail tradisional,” ujar Denni dalam acara Bincang-Bincang Agribisnis di Cikini Jakarta Pusat, Rabu (18/5).

Saat ini, sedang disiapkan payung hukum aturan soal voucher pangan. Rencananya akan dibuat dalam bentuk Kepres atau inpres percepatan penyelenggaraan program bantuan pangan.

“Mei ini Keppres akan kami kejar sehingga Januari 2017 aktivasi sistem,” imbuhnya.

Denni mengatakan, banyak keuntungan dengan diterapkan skema baru penanganan rakyat miskin yang telah dipesiapkan. Di antaranya memacu gairah ekonomi mikro melalui pemberdayaan pasar eceran tradisional dalam penyaluran raskin. (jpnn)

Respon Anda?

komentar