Siswa SMA di Lingga Sering Kerasukan, Orang Tua Khawatirkan Anaknya

678
Pesona Indonesia
ilustrasi siswa kesurupan
ilustrasi siswa kesurupan

batampos.co.id – Percaya atau tidak, kerasukan mahluk halus kerap terjadi di lingkungan sekolah SMA Negeri 03, Pantai Harapan, Desa Penuba, Kecamatan Selayar. Sedikitnya, fenomena gaib itu telah terjadi sebanyak lima kali kepada lima siswa yang sekolah di sana sejak pohon besar di lingkungan sekolah itu ditebang.

Kejadian aneh yang dialami salah seorang siswa sempat membuat bulu kuduk merinding. Pasalnya, ketika diajak berdialog, mahluk halus itu enggan pergi dari tubuh siswa tersebut sehingga proses pengeluaran mahluk gaib itu berjalan alot dan lama.

Menurut salah seorang walimurid yang anaknya menjadi korban mengatakan, mahluk itu mau pergi dari tubuh anaknya dan lingkungan sekolah asal membuat perjanjian dan memperbolehkan keluarga mahluk itu tetap tinggal di kawasan sekolah itu.

“Kata mahluk itu, dia mau pergi tapi keluarganya tetap tinggal di sana,” ujar salah seorang walimurid yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (17/5) siang.

Tak hanya satu siswa, kerasukan ini juga terjadi pada siswa lainnya. Menurut keterangan yang didapat Batam Pos, kejadian ini berawal dari ditebangnya pohon besar di lingkungan sekolah itu.

Rencanya, pihak sekolah akan membangun ruang perpustakaan di tanah yang ditumbuhi pohon besar itu. Sehingga kebijakan sekolah untuk menebang pohon tersebut agar dapat dilaksanakan pembangunan perpustakaan nantinya.

Sebelumnya, sejak empat tahun sekolah itu beroperasi tidak sekalipun siswanya kerasukan mahluk gaib terjadi di sekolah itu. Sehingga kebanyakan warga meyakini kejadian itu bermula sejak ditebangnya pohon besar di kawasan sekolah tersebut.

Namun sejumlah walimurid meminta kepada sekolah untuk segera melakukan ritual atau kegiatan semacam pengusiran mahluk gaib agar anak mereka nyaman dan tidak khawatir belajar di sekolah itu.

Bahkan salah seorang walimurid berencana akan memindahkan anaknya ke sekolah lain karena takut fenomena gaib itu akan menimpa kepada anak mereka,” kami meminta kepada sekolah agar segera melakukan selamatan agar kejadian itu tidak terulang kembali,” kata salah seorang walimurid. (wsa/bpos)

Respon Anda?

komentar