Soal Pemadaman Listrik, PLN Harus Transparan

706
Pesona Indonesia
Rudy Chua. foto:yusnadi
Rudy Chua. foto:yusnadi

batampos.co.id – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau, Rudy Chua menilai, sudah semestinya Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tanjungpinang punya inisiatif untuk lebih transparan kepada masyarakat Tanjungpinang. Utamanya berkenaan dengan jadwal pemadaman listrik.

“Transparan saja. Sehingga masyarakat tidak mencari kambing hitam ketika listrik padam,” kata Rudy, kemarin.

Menurut Rudy, transparansi bukan tentang hanya jadwal pemadaman saja. Melainkan juga penyebabnya. Semisal kondisi daya maupun kondisi jaringan. Sehingga, ini juga tidak menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Tanjungpinang.

Bila tidak buru-buru disikapi, Rudy mengkahwatirkan, masyarakat bisa saja menumpahkan emosinya pada pihak-pihak tertentu. “Kalau sampai terjadi lagi, itu bakal menjadi preseden buruk bagi PLN. Saya yakin transparansi bisa bikin preseden PLN lebih baik,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, Rudy juga berpesan agar PLN Tanjungpinang juga mulai berpikir untuk meng-upgrade semua jaringan yang ada di Tanjungpinang. “Karena yang ada saat ini sudah tua semua,” ungkap Rudy.

Akibat kondisi jaringan yang belum mengalami peremajaan untuk waktu yang cukup lama itu menyebabkan ketahanannya tidak lagi bisa diandalkan. Terlebih kala hujan deras mengguyur seantero kota. “Jangan asik mati lampu saja setiap hujan tiba. Ini kan menimbulkan banyak pertanyaan di benak masyarakat,” ungkap Rudy.

Sebenarnya, kata Rudy, sudah berulang kali dirinya menasihati PLN mengenai kondisi jaringan ini. Namun belum terjadi juga peremajaan hingga hari ini. Khususnya jaringan yang berada di daerah perkotaan. “Kalau yang daerah luar kota itu jaringannya sudah bagus. Karena instalasi baru. Tapi yang di perkotaan ini yang jadi masalah sebenarnya,” bebernya.

Bila tidak lantas kunjung diperbaikan, jika misalnya enam dudukan yang ada dan dua diantaranya rusak, otomatis beban akan bertambah di empat dudukan lainnya. “Yang akhirnya menjadi overheat dan akhirnya rentan rusak sampai menimbulkan ledakan pada travo,” jelasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar