Tanggul Jebol Dihantam Ombak, Jalan Pantai Srinjing Terkikis Abrasi

617
Pesona Indonesia
Tanggul penahan gelombang pasang laut di jalan pantai Srinjing, jebol. foto:polister/batampos
Tanggul penahan gelombang pasang laut di jalan pantai Srinjing, jebol. foto:polister/batampos

batampos.co.id – Tanggul penahan gelombang pasang laut yang berlokasi di jalan pantai Srinjing dan bukit Salemba,Desa Tanjungkilang, Durai, jebol dihantam ombak besar, beberapa waktu lalu. Bangunan tanggul sepanjang 300 meter dan tinggi 1,5 meter itu runtuh dan tak berfungsi lagi. Akibatnya, tanah timbunan bangunan jalan semenisasi mulai terkikis hingga ke bagian dalam badan jalan semenisasi tersebut.

”Warga telah berupaya keras untuk mengangkat tembok bekas runtuhan itu guna untuk menahan kikisan abrasi pasang laut, namun kelihatannya sia-sia belaka,” ujar Khahar, warga Desa Tanjungkilang, Durai, Selasa (17/5).

Untuk tidak meluasnya kikisan timbunan tanah untuk bangun jalan semenisasi akibat abrasi pantai pasang laut, maka masyarakat sangat berharap perhatian serius pemerintah untuk secepatnya membangun tanggul penahan tanah.

”Diminta keseriusan pemerintah untuk secepatnya membangun batu miring atau tanggul penahan gelombang pasang laut. Jika tidak, kerusakan jalan semenisasi Srinjing itu bisa kian parah atau patah,” imbuhnya serius.

Sementara Camat Durai, Arpan, melalui Kasi PMD, Krisdame yang dihubungi melalui ponselnya membenarkan keruntuhan tanggul penahan tanah sepanjang 300 meter dan tinggi 1,5 meter. Memang benar tanggul tersebut runtuh berantakan akibat diterjang gelombang pasang laut.

”Hal itu sudah dilaporkan dengan harapan pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karimun, agar dapat menganggarkan proyek pembangunan tanggul demi mencegah kerusakan jalan semenisasi akibat terjangan gelombang pasang laut sebagaimana yang diharapkan masyarakat,” ujarnya.(pst/bpos)

Respon Anda?

komentar