Mengupayakan Warga Tambelan Bisa Mudik

855
Pesona Indonesia
Perwakilan warga Kecamatan Tambelan saat menyampaikan aspirasi kepada Ketua dan anggota DPRD Kepri, Senin (16/5). foto:faradilla/batampos
Perwakilan warga Kecamatan Tambelan saat menyampaikan aspirasi kepada Ketua dan anggota DPRD Kepri, Senin (16/5). foto:faradilla/batampos

batampos.co.id – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengupayakan segala hal yang ia bisa, untuk menanggapi aspirasi masyarakat kecamatan Tambelan yang menginginkan bisa pulang ke kampung halaman di bulan ramadan tahun ini. Karena itu, Kamis (19/5) pagi, Jumaga memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri dan PT Pelni untuk mencarikan solusi pengadaan transportasi bagi warga Tambelan yang hendak mudik.

“Ini sudah diagendakan oleh Komisi III dari Senin kemarin. Kami dari DPRD Kepri akan melakukan yang terbaik. Dimulai dari mendengar langsung pendapat dan masukan dari instansi terkait,” kata Jumaga, Rabu (18/5).

Mesti ada pembicaraan dengan lintas sektor, kata Jumaga, lantaran mereka adalah pihak-pihak yang mengetahui secara langsung jalan keluar mengenai permasalahan ini. Selain itu, pada pertemuan sebelumnya, Jumaga yang didampingi Ketua Komisi I Sukhri Fahrial dan Ketua Komisi II Ing Iskandarsyah memang belum bisa mengambil keputusan. Berhubung fungsi DPRD dalam hal ini hanya sebatas menampung aspirasi masyarakat.

“Yang penting untuk jangka pendeknya, warga Tambelan bisa dulu mudik. Jadi ada kapal itu untuk, menyambut puasa selama Ramadan dan juga untuk kegiatan Halal Bi Halal warga Tambelan,” kata Jumaga.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, warga Kecamatan Tambelan yang tinggal di Tanjungpinang sedang tidak tenang. Lantaran harapannya untuk dapat berkumpul bersama keluarga di bulan Ramadan dan Lebaran hampir pupus. Ketiadaan kapal angkutan rute Tambelan selama tiga bulan terakhir jadi penyebabnya. Sebab itulah, sejumlah warga Tambelan meluahkan kerisauannya kepada jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Senin (16/5).

Robby Patria, koordinator warga Tambelan, mengutarakan, keluhan ini sudah menjadi perbincangan sejak awal bulan lalu. “Masyarakat masih khawatir tidak bisa mudik. Mereka hanya ingin kepastian bisa mudik di bulan puasa, lebaran, dan halal bi halal bulan depan,” kata Robby.

Selama ini, terang Robby, masyarakat Tambelan yang harus melakukan perjalanan Tanjungpinang-Tambelan maupun sebaliknya, mau tak mau harus menumpang kapal ikan. Ini tentu bukan pilihan bijak. Mengingat kapal ikan tidak memenuhi standar untuk membawa penumpang terlalu banyak. “Tapi mau bagaimana lagi? Tidak ada pilihan lagi. Bercampurlah dengan ikan dan es itu,” tutur Robby.

Ketiadaan kapal juga memengaruhi kebutuhan sembako warga Tambelan yang semakin hari semakin menipis. Semenjak terkendalanya pasokan sembako dari Tanjungpinang, harga-harga kebutuhan pangan dalam keseharian naik signifikan. “Kami masih beruntung karena ada Kalimantan Barat yang masih suplai ke Tambelan,” ungkapnya.

Maka itu, lanjut Robby, warga Tambelan mengharapkan, DPRD Kepri bisa segera menggesa pemerintah daerah maupun Kementerian Perhubungan untuk pengadaan kapal ke rute Tanjungpinang-Tambelan. Sebisa-bisanya, kata Robby, harapan ini dapat terpenuhi sebelum menyambut bulan puasa nanti. “Semua orang ingin berkumpul dengan keluarganya,” ucapnya.

Hal serupa sebenarnya juga telah disampaikan ke Pelni. Namun dari penuturan Pelni Tanjungpinang, diketahui bahwa sejak 11 Maret lalu telah menyurati Kementerian Perhubungan untuk pengadaan kapal ataupun segera melangsungkan perbaikan kapal. Namun hingga saat ini, belum ada jawaban pasti untuk kebutuhan transportasi warga kecamatan Tambelan ini.

“Sejujurnya kami merasa tak diperhatikan, sebagai daerah yang berada di Laut Cina Selatan kebutuhan kami tak terpenuhi,” ujar Robby. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar