Bonceng Empat Anak dan Galon, Ibu Rumah Tangga Ditilang

800
Pesona Indonesia
Polisi memberikan surat tilang kepada   seorang ibu rumah tangga yang membonceng empat anaknya (satu  orang  sedang pegang air galon) dan tidak punya SIM. foto:sandi/batampos
Polisi memberikan surat tilang kepada seorang ibu rumah tangga yang membonceng empat anaknya (satu orang sedang pegang air galon) dan tidak punya SIM. foto:sandi/batampos

batampos.co.id – Satuan Lantas Polres Karimun kembali melaksanakan Operasi Patuh Seligi 2016 yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Tanjungbalai Karimun, Rabu (18/5). Operasi yang dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung setengah jam telah menilang puluhan sepeda motor, termasuk seorang ibu rumah tangga yang sedang membonceng empat orang anaknya sambil membawa beban air galon.

”Apa yang dilakukan oleh ibu rumah tangga ini sangat membahayakan dirinya sendiri dan juga orang yang diboncengnya. Karena, selain tidak memiliki SIM pada saat diperiksa, sepeda motor yang digunakan juga digunakan untuk membawa empat orang. Tiga orang masih anak-anak dan satu orang lagi masih remaja. Kemudian, juga membawa air galon. Makanya, kiat beri peringatan dan juga surat tilang,” papar Ipda Bakri yang ikut melakukan operasi.

Kaur Bin Ops Sat Lantas Polres Karimun, Iptu Indra Buana Lubis yang memimpin kegiatan Operasi Patuh Seligi 2016 menyebutkan, sejak hari pertama dimulainya operasi sampai dengan kemarin sudah 162 pengemudi sepeda motor yang diberikan surat tilang. ”Pada hari pertama operasi ada 45 pengemudi yang diberikan surat tilang. kemudian, dihari berikutnya 46 surat tilang dan pada hari ketiga 71 surat tilang kita berikan untuk pengemudi sepeda motor,” paparnya.

Selama tiga hari melaksanakan operasi, kata Indra, sebagian besar pelanggaran yang ditemukan karena tidak memiliki SIM. Padahal, semua pengemudi mengetahui kalau SIM adalah hal yang wajib ada pada saat mengemudikan kendaraan bermotor. Kemudian, juga beberapa pengemudi sepeda motor diberikan surat tilang karena sepeda motor tidak dipasang dengan plat nomor atau tanpa plat nomor.

”Beberapa orang pengemudi sepeda motor yang kita berikan surat tilang adalah anak di bawah umur. hal ini sangat disayangkan. Karena, anak di bawah umur belum boleh membawa sepeda motor. Untuk itu, kita menghimbau kepada para orang tua, jika menyayangi anaknya, maka jangan memberikan atau membiarkan anaknya membawa sepeda motor,” ungkap Indara. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar