Harga Kebutuhan Pokok Naik, Operasi Pasar dan Kran Impor Harus Dibuka

972
Pesona Indonesia
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin Rapat Terbatas bersama forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), Rabu (18/5). foto:humas pemprov
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin Rapat Terbatas bersama forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD), Rabu (18/5). foto:humas pemprov

batampos.co.id – Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin Rapat Terbatas bersama forum komunikasi pimpinan daerah (FKPD) membahas persiapan jelang bulan Puasa dan Idul Fitri di Graha Kepri, Batam, Rabu (18/5). Dalam rapat tersebut, Gubernur memberikan beberapa catatan yang perlu diantisipasi. Beberapa diantaranya adalah pasokan listrik, dan harga sembako.

Khusus harga sembako, Ia melihat harga-harga mulai melonjak dimasyarakat. Untuk itu Nurdin meminta dinas terkait untuk melakukan operasi pasar. “Operasi pasar jangan hanya seremoni saja. Saya minta agar sembako bisa diturunkan tidak hanya dibeberapa item,” pinta Nurdin.

Tak hanya itu, ia juga meminta kepada Instansi terkait untuk memberikan kelonggaran masuknya barang ke Kepri ini. “Selama tidak melanggar aturan, mohon diberikan kemudahan khususnya sembako agar bisa masuk ke sini,” harapnya.

Senada dengan Gubernur, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mendapat laporan bahwa kebutuhan pokok mulai meningkat. Atas dasar itu, DPRD sepakat dengan Gubernur agar dinas terkait segera melakukan operasi pasar. “Saya minta semua bahan pokok stabil. Karena ada kecenderungan stok gura kurang dan harus diimpor dari luar negeri,” kata Jumaga.

Plt Kadisperindag Edi Rofiano mengatakan bahwa kebutuhan gula saat ini 2500 ton/bulan, minyak goreng 1800 ton/bulan dan daging sapi 39.000 ton/bulan. “Untuk beras yang tersedia di gudang Bulog Tanjungpinang dan Batam sebanyak 5ribu ton. Saat ini juga ada beras asal Jawa yang akan datang ke Kepri sebanyak 5 ribu ton lagi,”kata Edi. Adapun harga beras Bulog saat ini medium Rp 11.500, premium Rp 12.500 dan super Rp18.000

Membaca paparan Pemprov dan DPRD Kepri, Danrem 033/WP Madsuni, Kajati Kepri Andar Perdana berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga. Merangkak naiknya harga-harga kebutuhan pokok ini disebabkan permintaan yang meningkat sementara disisi lain kebutuhan terbatas. Maka dari itu, kedua lembaga ini sepakat membuka kran masuk barang, namun sesuai dengan aturan yang ada.

Namun, juga harus di antisipasi para pelaku usaha nakal yang memanfaatkan kondisi ini dengan melakukan penimbunan dan penyelundupan sembako. Rapat ini juga dihadiri Kabinda Kepri Yulius Selvanus, Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dan Kakanwil Kemenham Ohan Suryana. (humas/ade/patrick)

Respon Anda?

komentar