Kendalikan Kolesterol Pasca Ramadhan

4272
Pesona Indonesia
User comments
User comments

batampos.co.id – Puasa itu menyehatkan, begitulah sitiran sebuah hadist. Di kala Ramadhan, kehidupan jauh lebih teratur, makan di kala sahur dan berbuka di kala maghrib. Porsi makan pun diatur dengan sedemikian rupa, jarang yang berlebih. Perut pun lebih banyak beristirahat, karena tidak ada asupan makanan selama menahan diri dari lapar dan haus. Secara jasmani efek puasa memang menyehatkan.

Namun, keika Ramadhan telah usai, ceritanya bisa jadi berbeda, nafsu makan yang sebulan ini terkendali, mulai hilang kontrol. Seperti anak panah yang terlepas dari busur, ingin menuntaskan dendam yang sempat tertahan. Di situlah masalah bisa berpangkal.

Banyak fakta, penyakit-penyakit tertentu tercetus karena kurangnya pengendalian diri dalam menjaga makanan. Misalnya penyakit-penyakit degeneratif, seperti asam urat, diabetes, darah tinggi, dan kolesterol yang berujung pada penyakit lain seperti gangguan ginjal, jantung, dan stroke. Penyakit-penyakit ini baik tunggal maupun rombongan, berpotensi muncul setelah Ramadhan.

Bagi penderita asam urat maka yang perlu dilakukan yakni membatasi asupan makanan yang berprotein tinggi. Tingginya kadar asam urat berakibat juga terhadap penyakit lain, misalnya penyakit gout (nyeri sendi), penyempitan pembuluh darah, dan batu ginjal.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi termasuk akibat pengaruh makanan. Apalagi kalau mempunyai faktor risiko lebih dari satu. Misalnya keturunan, obesitas, jarang aktivitas fisik, pola makan yang tidak seimbang, atau istirahat yang kurang.

Biasanya bagi penderita hipertensi, diet yang dianjurkan dokter dan ahli gizi adalah rendah garam. Apalagi bagi penderita hipertensi yang menahun dan lansia. Perlu juga dibantu dengan obat yang diresepkan oleh dokter. Akibat ikutan hipertensi apabila tidak dikendalikan adalah gangguan jantung, ginjal, dan stroke. Jadi mesti hati-hati dan tetap harus terkendali.

Pengaruh makanan yang lain adalah tingginya kadar kolesterol di dalam darah. Sebenarnya, di dalam tubuh terdapat lemak yang terdiri dari kolesterol jahat yang biasa disebut LDL (Low Density Lipoprotein) di mana lemak ini dapat menempel pada pembuluh darah.

Sedangkan kolesterol baik yang dikenal dengan HDL (High Density Lipoprotein) merupakan lemak yang dapat melarutkan kandungan LDL dalam tubuh. Kolesterol normal dalam tubuh adalah 160-200 mg, maka penumpukan kandungan LDL harus dicegah agar tetap dalam keadaan normal.

Jadi apa yang harus dilakukan, jika Anda tidak ingin penyakit yang tidak diundang tersebut datang menjelang? Tidak saja bagi yang lanjut usia bagi yang berusia muda pun harus waspada. Selain kembali memperbaiki pola makan dan berolahraga.

Terapi ozone salah satu pilihan yang tepat. Dengan membersihkan kembali darah kita, resiko penyakit tersebut pun berkurang.

Dengan melakukan terapi ozone kualitas darah dan sirkulasi darahpun ikut diperbaiki, terapi ini tanpa menggunakan obat dan sangat aman, cukup dengan menggunakan oksigen dan ozone medis anda dapat melihat sendiri perbedaan kualitas darah sebelum dan setelah terapi, biasa terlihat dari warna darah yang jauh lebih terang dan segar, lemak/plak yang ada dalam pembuluh darah juga ikut tersedot.

Penjelasan mengenai terapi ini dapat dilihat langsung di website: www.ozonebatam.com. atau datang langsung ke Klinik Batam Health Care Center di Komplek Lumbung Rezeki Blok D/ No. 1. Jl. Sultan Abdurrahman, Nagoya. (Depan Komplek Graha Sulaiman) Telp. 0778-452568/ 081270009112 / 082122930500. Buka Senin-Minggu (Setiap Jumat Libur) 09.00-19.00.(fenny/adv)

Respon Anda?

komentar