KM Bukit Raya Akan Layari Tembelan

1078
Pesona Indonesia
KM-Bukit-Raya-di-Selat-Lamp
KM Bukti Raya.

batampos.co.id – Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengalihkan rute pelayaran KM Bukit Raya melintasi Tembelan. Rencana tersebut menjadi solusi jangka pendek untuk menjawab keluhan masyarakat Tembelan.

“Solusi jangka pendek yang akan jalankan adalah menambah rute pelayaran KM Bukit Raya sampai ke Tembelan. Keinginan kita ini sudah mendapat respon dari pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub),” ujar Nurdin Basirun usai rapat tertutup dengan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Muramis dan Direktur Pelni Tanjungpinang, Rudi di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (18/5)

Ditegaskannya, pihaknya sudah membuat surat untuk disampaikan ke Kemenhub. Karena harus ada permintaan secara resmi. Masih kata Nurdin, apabila rencana ini tidak berjalan dengan baik, langkah terbaik lainnya adalah melakukan penyewaan kapal sebagai transportasi ke sana.

“Jika rencana ini tidak berjalan dengan baik, rencana terbaik lainnya adalah dengan menyewa kapal. Sehingga jalur transportasi ke sana tetap terakses,” ungkap Nurdin.

Menurut Nurdin, kedepannya persoalan ini harus diselesaikan secara permanen. Sehingga tidak persoalan seperti ini tidak terjadi lagi. Apalagi pada tahun depan, Kepri akan mendapatkan tambahan dua kapal lagi. Dengan adanya tambahan tersebut, setidaknya bisa memperbaiki sistem transportasi di Kepri.

“Mudah-mudahan tidak meleset. Sehingga persoalan klasik ini, cepat teratasi. Kita akan terus berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan Kepri, salah satunya adalah menuntaskan konektiviti,” tutup Nurdin.

Kadishub Kepri, Muramis menambahkan, surat yang diteken Plt Gubernur Kepri hari ini akan langsung dibawa ke Jakarta untuk diserahkan kepada Dirjen Lalu Lintas Laut, Kemenhub, Adolf Tambunan. Menurut Muramis, Dirjen Lala sudah sepakat untuk menambah rute pelayaran KM Bukit Raya.

“Kalau sempat perkembangnan ini akan kami sampaikan dalam hearing dengan DPRD Kepri besok (hari ini,red). Karena harus segera di bawa ke Kemenhub,” ujar Muramis menambahkan.

Sementara itu, Direktur Pelni Tanjungpinang, Rudi mengatakan dalam kasus ini, pihak Pelni hanya disuruh untuk menjalankan KM Sabuk Nusantara. Akan tetapi pendanaanya tetap di Kemenhub. Sehingga ketika terjadi kerusakan seperti sekarang ini, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

“Kedepannya kita berharap diberikan kewenangan penuh. Sehingga ketika terjadi persoalan seperti ini, bisa segera bertindak tanpa menunggu-nunggu,” jelas Rudi.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar