Lion Air dan AirAsia Diberi Sanksi, Layanan Bakal Terganggu

782
Pesona Indonesia
Lion Air mendarat di Bandara Soetta Cengkareng. Foto: tempo.co
Lion Air mendarat di Bandara Soetta Cengkareng. Foto: tempo.co

batampos.co.id – Janji Menteri Perhubungan Ignatius Jonan memberi sanksi kepada maskapai Lion Air dan AirAsia akibat kesalahan menurunkan penumpang di bandara Soekjarno Hatta (Soetta) dan di Bandara Ngurah Rai Bali, akhirnya diwujudkan.

Lion Air diberi sanksi pembekuan ground handling (layanan sisi darat) Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta dan AirAsia di Bandara Ngurah Rai.

Baca Juga: Setelah Lion Air, Giliran AirAsia Salah Turunkan Penumpang

Namun sanksi yang diberikan tersebut berpotensi membuat layanan penerbangan dua lembaga ini terganggu. Apalagi jika dua maskapai itu tidak bisa mendapatkan jasa perusahaan penyedia ground handling yang baru, justru akan timbul kekacauan.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengatakan, lima hari tidak cukup untuk mencari perusahaan ground handling lain.

“Jangankan lima hari, satu bulan saja belum tentu bisa,” ucapnya kemarin

Terlebih frekuensi penerbangan dua maskapai tersebut relatif tinggi. Lion Air, misalnya, per hari memiliki 100 penerbangan di Soekarno-Hatta.

Pesawat AirAsia. Foto: istimewa/aviationwa.org.au
Pesawat AirAsia. Foto: istimewa/aviationwa.org.au

Sementara itu, bagian kerja pada ground handling cukup banyak. Mulai proses penanganan penumpang, bagasi, kargo, hingga pos dari proses keberangkatan sampai kedatangan.

Juga melayani proses sekuriti berupa pengecekan dan keamanan.

Seperti diketahui, hanya dalam tempo sepekan terdapat dua maskapai yang salah mengantarkan penumpang internasional ke terminal domestik.

Baca Juga: Kapolri: Ada Terduga Teroris Jadi Penumpang Lion yang Tak Melalui Imigrasi

Kejadian pertama menimpa penumpang Lion Air JT 161 rute Singapura-Jakarta. Kedua adalah AirAsia QZ509 dari Singapura menuju Ngurah Rai, Denpasar.

Kemenhub kemarin memang memutuskan untuk membekukan sementara izin kegiatan ground handling Lion Air dan AirAsia di lokasi kejadian masing-masing. Ground handling keduanya dilarang beroperasi, baik untuk melayani dua maskapai tersebut maupun maskapai lain.

Surat pembekuan itu telah ditandatangani Dirjen Perhubungan Udara Suprasetyo pada Selasa (17/5/2016).(gen/mia/c6/sof/jpgrup) 

Respon Anda?

komentar