Nasabah Kartu Kredit Ramai Tutup Akun

937
Pesona Indonesia

kartu-kreditbatampos.co.id – Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, kebijakan peraturan menteri keuangan (PMK) yang memungkinkan Ditjen Pajak mengintip transaksi kartu kredit membuat banyak nasabah yang menutup kartu kredit. Tentu saja, hal tersebut merugikan perbankan. Sebab, transaksi harian yang bersumber dari kartu kredit bakal menurun.

”Sejak peraturan itu berlaku (diterbitkan, Red), ada tiga kali lipat penutupan kartu kredit BCA. Mutasi harian kami langsung turun dari Rp 147 miliar per hari ke Rp 120 miliar,” ujarnya di Jakarta Selasa (17/5).

Lewat PMK Nomor 39/PMK.03/2016 tentang Rincian Jenis Data dan Informasi Perpajakan serta Tata Cara Penyampaian, perbankan wajib melaporkan transaksi kartu kredit ke Ditjen Pajak. Peraturan itu memang tidak menyalahi asas kerahasiaan bank. Sebab, hanya tabungan nasabah yang dilindungi kerahasiaannya. Namun, pelaporan transaksi tersebut bisa membuat waswas nasabah. Sebab, dari transaksi yang dilakukan, Ditjen Pajak bisa menganalisis potensi pembayaran pajaknya.

Menurut Jahja, memang banyak pengguna kartu kredit yang paham tujuan pelaporan data tersebut dan tidak khawatir. Namun, di sisi lain, banyak juga pengguna yang tidak paham dan waswas sehingga ikut-ikutan menutup kartu kredit.

”Dia enggak mikir lagi. Orang yang enggak tahu urusan, dengar kiri kanan, langsung tutup (kartu kredit),” tambahnya.

Bahkan, lanjut dia, ada yang menutup kartu kredit dan beralih ke penggunaan uang tunai karena khawatir akan peraturan tersebut. Hal itu tentu menjadi ironi. Sebab, dalam beberapa tahun belakangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) mati-matian menggenjot penetrasi gerakan nontunai.

”Di sisi lain, BI dan OJK menghendaki cashless society, bagaimana mengurangi peredaran uang tunai karena itu tidak efisien. Tetapi, dengan adanya peraturan ini, oh ya udah, saya tunai aja. Buat apa pake kartu kredit. Ini kan jadi jelas ada satu hal yang tidak match ya,” beber Jahja.

Direktur Micro and Banking Business Bank Mandiri Tardi mengatakan, pemberlakuan aturan keterbukaan transaksi kartu kredit memang berdampak.

”Transaksi card holder (nasabah kartu kredit) kita memang turun ya. Ada sedikit penurunan,” akunya.

Namun, Tardi belum bisa menyebutkan persentase penurunannya.

”Ada kok sedikit penurunan. Saya belum pegang data persisnya. Mudah-mudahan hanya sesaat,” imbuhnya.

Walau bagaimanapun, secara psikologis, meski belum diberlakukan, peraturannya memang sudah direspons para nasabah.

”Kita koordinasi terus dengan AKKI (Asosiasi Kartu Kredit Indonesia) dan regulator. Beberapa kekhawatiran disampaikan,” ungkap Tardi.

Pembahasan juga dilakukan terkait teknis pelaporan bank penerbit kartu kredit ke Kementerian Keuangan dan Dirjen Pajak jika peraturan itu berlaku.

Sebagai pihak penerbit, Tardi mengaku tetap mempersiapkan diri. Sebab, saat resmi berlaku, Bank Mandiri akan mematuhi dan mendukung peraturan tersebut.

”Kita coba lihat nanti ya. Kita masih koordinasi terus ini,” imbuhnya.(dio/JPG)

Respon Anda?

komentar