Pangdam Bukit Barisan Jamin Keamanan Investor di Batam

1117
Pesona Indonesia
Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyjk Pusung. Foto: bpbatam.tv
Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyjk Pusung. Foto: bpbatam.tv

batampos.co.id – Investor asing tidak perlu ragu menginvestasikan modalnya di Batam. Selain diberikan berbagai kemudahan dan insentif, investor juga dijamin keamanannya oleh para penegak hukum.

Jaminan keamanan salah satunya datang dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya dari jajaran Kodam I Bukit Barisan.

“Pada prinsipnya, saya selaku Pangdam I Bukit Barisan beserta jajaran saya, terutama jajaran saya di Batam yakni Danrem dan Dandim saya perintahkan mendukung penuh kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan oleh rekan-rekan dari BP Batam,” ujar Pangdam Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyjk Pusung, usai menerima kunjungan Kepala BP Batam Hatanto dan unsur pimpinan lainnya di Kodam I Bukit Barisan, Medan, Sumut, Rabu (18/5/2016).

Pada kunjungan tersebut, Hatanto dan rekan meminta dukungan kepada Pangdam untuk membantu pengamanan dalam upaya mengatasi persoalan keamanan di Batam. Terutama terkait dengan masalah rencana penggusuruan rumah liar (ruli) yang saat ini banyak ditempati oleh pihak yang tak berhak, sehingga menyulitkan investor untuk memanfaatkan lahan tersebut.

Tak hanya menempati lahan milik investor, tak sedikit lahan di Batam juga diklaim milik orang tertentu, sehingga saat akan dialokasikan ke investor menyulitkan BP Batam.

Pangdam sendiri berharap semua pihak di Batam, termasuk masyarakat yang menempati area atau lahan investor untuk duduk bersama dengan BP Batam, Pemko Batam, kepolisian, semua pihak, serta jajarannya untuk mencari solusi terbaik.

“Kita semua harus bersinergi dan satu visi dalam membangun Batam, supaya Batam benar-benar bisa bersaing dengan internasional,” ujar Pangdam.

Hatanto menambahkan, pihaknya juga meminta dukungan ke Pangdam dan jajarannya untuk peningkatakan pengamanan aset-aset BP Batam seperti bandara, pelabuhan, dan lainnya.

“Kami akan melakukan langkah-langkah terpadu untuk mengatasi berbagai persoalan sesuai time line yang telah ditetapkan,” kata Hatanto. (nur)

Respon Anda?

komentar