Pemerintah Akui Sulit Kendalikan Harga Gula

813
Pesona Indonesia
Pemilik toko di Pasar Cahaya Garden, Bengkong saat menyusun gula. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Pemilik toko di Pasar Cahaya Garden, Bengkong saat menyusun gula. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Harga gula yang mulai merangkak naik mulai dikeluhkan berbagai pihak, khususnya ibu rumah tangga. Namun, Pemerintah Kota (Pemko) Batam pun mengaku tak mampu menekan harga dikarenakan naik dari distributor resmi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengakui kenaikan harga gula bukan disengaja. Namun dikarenakan harga yang diberi distributor dari Jakarta mengalami lonjakan. Yang mana modal awal hanya Rp 10-12 ribu naik menjadi Rp 14 ribu. ”Alasan pemasok gula, kenaikan disebabkan lamanya pengiriman dan mahal,” ujarnya, Rabu (18/5).

Menurut dia, atas permasalahan itu pemerintah tak akan tinggal diam. Mereka pun telah mengumpulkan semua pemasok gula di Batam untuk mengetahui harga pasti gula. Tak hanya itu, mereka juga turun langsung ke pasar untuk memantau harga. ”Dari Jakarta sudah mahal, barangnya di tempat produsen tidak ada. Kita juga sudah turun langsung ke pasar,” jelas Rudi lagi.

Untuk itu, Rudi pun meyakini kenaikan harga bukan disebabkan adanya penimbunan karena akan memasuki bulan Ramadan. Selain itu, dalam mengantisipasi agar harga gula tidak terus melambung, pihaknya pun berusaha mendatangkan gula dari Lampung. ”Tapi langkah ini ditolak distributor. Tapi besok (hari ini) saya mau ketemu Bulog untuk meminta mereka juga mendatangkan gula ke Batam,” tegas Rudi.

Ia juga meminta agar pemerintah pusat segera menindaklanjuti usulan dari Batam membuka kran impor untuk gula ini. Selain menjamin ketersediaan pasokan juga dipastikan akan menekan harga di pasaran. ”Dua yang kita usulkan melalui Gubernur yakni gula dan beras khusus Batam langsung impor,” pungkasnya. (she)

Respon Anda?

komentar