Pesawat EgyptAir Diduga Jatuh Akibat Dibom

1184
Pesona Indonesia
Pesawat EgyptAir. Foto: telegraph.co.uk
Pesawat EgyptAir. Foto: telegraph.co.uk

batampos.co.id – Pesawat EgypetAir jenis A320 dengan nomor penerbangan MS804 yang hilang dari radar dalam penerbangan dari Paris ke Kairo, Kamis (19/5/2016) pukul 02.45 waktu Kairo atau pukul 07.45 WIB, hingga saat ini belum juga ditemukan.

Baca Juga: Pesawat EgyptAir Tujuan Paris-Kairo Hilang Kontak

Berbagai spekulaipun berkembang. Ada yang menduga pesawat tersebut jatuh akibat disabotase atau dibom karena kondisi pesawat laik terbang.

Reuters melansir pernyataan seorang pejabat maskapai EgyptAir yang menyebut pesawat itu hilang karena jatuh. Namun belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Mesir.

“Teori yang muncul, pesawat hancur dan jatuh kini telah dikonfirmasi setelah dilakukan pencarian awal dan setelah pesawat itu tidak tiba di bandara terdekat,” kata sumber yang menolak disebut namanya.

Puing pesawat masih belum ditemukan. Pencarian dilakukan oleh armada udara dan laut Mesir, Yunani, dan Perancis. Seorang saksi mata mengaku melihat kobaran api di udara, sekitar 130 mil laut selatan pulau Karpathos, Yunani.

“Semua penyebab bencana ini masih terbuka, entah karena kesalahan teknis yang parah atau tindak terorisme atau ada sebab lainnya. Hal ini bisa diketahui setelah kami memeriksa puing pesawat dan mendapatkan kotak hitam,” ujar sumber Reuters.

Baca Juga: Tak Ada WNI di Pesawat EgyptAir yang Hilang Kontak

Pesawat dengan nomor penerbangan MS804 itu hilang kontak di wilayah perairan sekitar 280 km dari pantai Mesir di ketinggian 37 ribu kaki.

Sementara itu mantan presiden biro penyidik kecelakaan udara Perancis, BEA, Jean-Paul Troadec, dalam wawancara dengan media Europe 1 menduga pesawat berpenumpang dan kru 66 orang itu hancur karena dibom.

“Ada kemungkinan besar ledakan di kabin akibat bom atau pengebom bunuh diri. Teori kecelakaan akibat kerusakan teknis saat cuaca buruk, memang mungkin terjadi tapi tidak terlalu besar kemungkinannya. Kita juga bisa menduga pesawat jatuh karena rudal, seperti yang terjadi pada pesawat Malaysia Airlines pada Juli 2014,” kata Troadec.

“Jika kru tidak mengirimkan sinyal darurat, itu karena sesuatu terjadi dengan sangat tiba-tiba. Jika ada masalah dengan mesin atau kesalahan teknis, tidak akan menyebabkan kecelakaan yang segera. Dalam hal ini, kru tidak bisa bereaksi, membuat kita berpikir ada bom,” lanjut dia. (reuters/cnn/nur)

Respon Anda?

komentar