Silakan Lunasi Biaya Haji Mulai Hari Ini

407
Pesona Indonesia
Jutaan jamaah dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram. Foto: istimewa
Jutaan jamaah dari berbagai negara tawaf di Masjidil Haram. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kamis (19/5/2016) hari ini seluruh calon jamaah haji (CJH) kuota berangkat 2016 sudah bisa melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Kementerian Agama (Kemenag) memprediksi pelunasan bakal membludak mulai hari pertama.

Kasubdit Pendaftaran Haji Kemenag M. Noer Alya Fitra menuturkan, dibukanya daftar jamaah berhak lunas sejak beberapa pekan lalu, membuat persiapan CJH lebih optimal.

’’Sehingga kita berani memprediksi, pelunasan BPIH tahun ini bakal membludak sejak awal,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Dia mengingatkan CJH untuk melengkapi seluruh dokumen administrasi pelunasan. Informasi dokumen apa saja yang harus disiapkan, bisa ditanyakan kepada pihak kantor urusan agama (KUA), kantor Kemenag kabupaten/kota, atau juga ke bank langsung.

Kepada pihak bank penerima setoran (BPS) Nafit menghimbau supaya memberikan pelayanan yang optimal kepada para CJH. Skemanya bisa diatur sendiri-sendiri, misalnya membuka loket setoran khusus untuk pelunasan BPIH.

Ketika ada ganguan teknis terkait pelunasan BPIH, Nafit berharap bank segera melapor ke kantor induk atau koordinasi dengan tim Siskohat di Kemenag Kabupaten/Kota.

Sebagai perbandingan, tahun lalu jumlah pelunasan BPIH di hari pertama mencapai 10.866 orang. Jumlah itu setara dengan 7 persen dari total CJH yang berhak melunasi BPIH 2015 sebesar 154.049 orang. Alasan Kemenag saat itu, hari pertama biasanya digunakan CJH untuk melengkapi dokumen-dokumen adminsitrasi.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim memastikan, telah berkoordinasi dengan bank penerima setoran (BPS) agar memberi atensi lebih pada calon jamaah haji (CJH) yang melakukan pelunasan.

”Setoran bisa langsung dilakukan di BPS awal,” tuturnya ditemui usai rapat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2016, di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Tahun ini, pelunasan BPIH dilakukan melalui dua tahap. Pada tahap awal, dikhususkan bagi CHJ yang telah berumur 18 tahun dan baru pertama haji. Pelunasan kedua, baru diperuntukkan bagi lansia, pasangan suami istri dan lainnya.

Lukman memastikan, tahun ini kuota haji bisa terpenuhi secara maksimal. Sebab, CHJ yang masuk urutan atas tahun 2017 diminta ikut serta melakukan pelunasan. Dengan begitu, bila ada CHJ 2016 batal berangkat ke tanah suci dapat segera digantikan.

”Jadi lima persen dari urutan atas daftar CHJ 2017 kita minta turut melakukan pelunasan. Ada kontrak kesepakatanya, mereka bisa berangkat kalau memang ada sisa kuota,” ungkapnya.

Disinggung soal persiapan penyelenggaraan ibadah haji, Lukman mengatakan, semua sudah on the track. Saat ini, pihaknya tinggal merampungkan soal pemondokan dan catering jamaah di Saudi.

”Tanggal 16 Mei sudah dilakukan penandatanganan kontrak pemondokan. Di Mekkah, kontrak sudah 99,3 persen sementara di Madinah, sudah 78,33 persen,” tutur mantan Wakil Ketua MPR RI periode 2009-2014 itu.

Untuk urusan visa CJH, pembuatan sudah berjalan. Tercatat, 103 ribu visa dari 168.800 CJH sudah diterbitkan. ”Semua persiapan insyaalloh selesai sebelum masuki bulan syawal,” ujar Lukman.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator PMK Puan Maharani turut mewanti-wanti agar CJH lansia mendapat perhatian penuh. Apalagi, saat pelaksanaan haji nanti diperkirakan suhu mencapai 50-51 derajat Celsius sehingga resiko heat stroke cukup besar.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek menyampaikan, pihaknya telah melakukan antisipasi atas kondisi tersebut. Menkes sudah meminta pada Menteri Kesehatan Saudi agar air zamzam dibuat sedikit dingin. Permintaan itu pun sudah diberi sinyal hijau untuk diloloaskan.

”Serba salah ya, kalau kebanyakan minum dan kekurangan. Kalau kebanyakan nanti keseringan ke toilet sementara jaraknya jauh. Kalau kurang justru bahaya,” ungkapnya.

Selain itu, tahun ini pembagian gelang warna-warni juga masih berlaku. Bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan kurang baik maka akan mendapat gelang warna merah. Dengan begitu, mereka akan mendapat perhatian ekstra.

”Tenaga kesehatan juga kita siapkan, baik yang turut serta dalam kloter maupun di klinik-klinik,” ujar Menkes. (wan/mia/jpgrup)

Respon Anda?

komentar