Suami Nowel Bokong Pedangdut, Istri Ngamuk

1966
Pesona Indonesia

kisahpilubatampos.co.id – Karin, 50, tak peduli suaminya nakal. Ia sangat peduli kenakalan itu TIDAK DI DEPAN MATANYA.

Rupanya harapan itu tidak tergapai jua.

Donjuan, sang suami masih mau nowel bokong penyanyi dangdut saat ada resepsi pernikahan.

Makin panas saja nyanyian lagu, Donjuan makin semangat. Tangannya mulai colek-colek pipi dan dagu. Dilanjutkan dengan goyangan badan sembari mendekat ke dada si penyanyi.

Respsi itu mendatangkan elekton lengkap dengan dua penyanyi dangdut yang seksi. Kebetulan, Karin juga ikut membantu di acara tersebut. Ketika asyik keluar ke depan rumah, Karin shock melihat suaminya yang beraksi heboh di atas panggung.

Sontak Karin naik di atas panggung. Karin joget-joget tidak karuan. Kerudungnya dibuka dan menarik mik dari penyanyi tersebut. Dia pun menyanyi sambil megol-megol gak karuan.

“Saya sudah ngomel ke suami jangan macem-macem di depan aku. Mau main cewek atau PSK terserah, pokoknya jangan di depan saya. Ngisin-ngisini (memalukan, Red),” tegas Karin dengan penuh emosi.

Melihat aksi istrinya, Donjuan langsung menarik tangan Karin. Keduanya pun beradu mulut dan bahkan sampai jambak-jambakan di atas panggung. Karin tak mau kalah, si penyanyi sempat akan ditonjok.

Untung si keybordis menarik tangan penyanyi dan memintanya turun melarikan diri dari atas panggung. Akibat pertengkaran itu, panggung resepsi pernikahan jadi histeris. Pengantin wanita menangis dan masuk ke dalam kamar.

Kebetulan, pengantin wanita itu adalah keponakan Donjuan. Si pengantin merasa malu atas sikap bibi Karin yang membuat pernikahannya kacau.

Merasa mempermalukan keluarga dan jadi bualan tetangga, Karin akhirnya mau menggugatan cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Selasa (17/5). Diakui Karin, sebenarnya si suami itu doyan ‘jajan’.

Dia diam dan tidak membicarakan hal itu ke orang lain. Berkali-kali Donjuan ketahuan  dengan mata kepala Karin sendiri. Karin hanya menutup mulut.

“Saya wanti-wanti nakalnya jangan di depan keluarga. Eh pancet ae (tetap saja, Red). Emang minta disunat,” kata warga Demak itu.

Kehadiran Karin di PA itu untuk mengajukan gugatan cerai sebenarnya belum sepenuhnya dalam hati. Karin masih takut dan masih mencintai Donjuan.

“Ini masih ngambil formulir kok. Nanti kalau macem-macem tak ancam pakai ini. Kayaknya cerai tidaklah. Lha wong sudah tuwir begini,” ungkap nenek satu cucu itu. (*/no)

Respon Anda?

komentar