Belum Dikaruniai Anak Perempuan, Pasutri Ini Nekat Menculik

911
Pesona Indonesia
Ilustrasi pelaku sudah ditangkap polisi. Foto: Dokumen JPNN
Ilustrasi pelaku sudah ditangkap polisi. Foto: Dokumen JPNN

batampos.co.id – Pasangan suami istri, Supakat dan Suryani berbuat nekat. Karena tak kunjung dikaruniai anak perempuan, pasutri ini nekat menculik seorang anak yatim berusia 10 tahun.

Keinginan warga perumahan Perkebunan Sawit Nogleng-Gambangan, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau itu akhirnya gagal.

Selasa (17/5) kemarin, keduanya diringkus petugas Polsek Bonai Darussalam saat kembali lagi ke rumahnya setelah tujuh bulan kabur ke luar daerah bersama anak yang diculiknya.

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan Supakat dan Suryani itu dilakoninya pada 6 November 2015. Lokasinya di Perumahan Bengkel Afd II PT GSI, Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul.

Mulanya, bocah berinisial Sy itu ditinggal ibunya Tia Mimbar sendiran di rumah, karena pergi kerja. Saat pulang, ia kaget melihat putrinya sudah tidak ada lagi. Dalam keadaan panik, Tia mencoba bertanya kepada tetangganya. Namun tak ada satu pun yang tahu tentang keberadaan anaknya.

Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, keesokkan harinya Tia melapor ke Polsek Bonai Darussalam. Ia berharap anaknya ditemukan kembali. Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan.  Sejumlah saksi dimintai keterangan untuk mengungkap keberadaan korban.

Lebih kurang tujuh bulan penyelidikan, akhirnya polisi berhasil mengungkap kasus tersebut. Ternyata, anak korban diculik pasangan suami istri yang tinggal tidak jauh dari sana. Sehingga dilakukan penangkapan.

Kapolres Rohul AKBP Pitoyo Agung Yuwono SIK MHum melalui Paur Humas Ipda Efendi Lupino ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX  mengatakan, kedua pelaku sekarang diamankan di Mapolsek Bonai Darussalam. Pihaknya masih melakukan pengembangan.

‘’Pasutri ini berhasil ditangkap tim gabungan dari Polsek Bonai Darussalam saat pulang ke rumahnya. Penangkapannya berdasarkan laporan ibu korban Tia Mimbar dengan nomor LP/XI/ 2015/Riau/Res. Rohul/Sek Bonai Ds tanggal 7 November 2015,’’ kata Efendi.

Saat diinterogasi petugas, Suryani mengaku menculik Sy dari rumah salah seorang tetangga Tia, yakni Mak Fitri. Awalnya, Sy dibawa bocah tersebut ke rumahnya. Namun, Januari 2016 mereka pindah ke Desa Kasang Padang, Bonai Darussalam. “Mereka juga membawa anak itu,’’ ungkap Efendi seperti dikutip dari Pekanbaru MX (Jawa Pos Group).

Beberapa hari kemudian, pasangan ini kembali pindah tempat tinggal. Mereka memilih tinggal di Pematang Desa Petani, Mandau, Kabupaten Bengkalis. Merasa sudah aman, sekitar Februari pasangan suami istri itu kembali lagi ke Perumahan Perkebunan Sawit Nogleng-Gambangan, Bonai Darussalam. Saat itulah keberadaan mereka terendus polisi.

“Motif mereka menculik anak itu karena hasrat ingin miliki anak perempuan. Katanya mereka ingin mengasuh serta membesarkannya,’’ tutup Efendi.

Dari pasangan suami istri yang memiliki empat anak lak-laki itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya satu unit sepeda motor Honda Blade warna kuning yang diduga sebagai alat transportasi untuk melakukan aksi penculikan. Ternyata, selama dibawa kabur, Sy yang merupakan anak yatim itu dikurung di dalam rumah. Ia dilarang Supakat dan Suryani ke luar karena takut ketahuan warga.

Demikian dikatakan Kapolsek Bonai Darussalam Ipda Ali Amran saat dikonfirmasi Pekanbaru MX via seluler, Rabu (18/5) siang. Saat ini korban sudah dikembalikan ke orangtuanya.

‘’Kondisi anaknya sehat. Selama dibawa lari, dirawat baik-baik oleh pelaku. Namun korban tidak boleh main ke luar rumah. Kini kasusnya dalam proses penyidikan lebih lanjut,’’ kata Ali.(jpg)

Respon Anda?

komentar