Terungkap! Isi Percakapan SMS Si Cantik Eno dan Tersangka RA Sebelum Dibunuh

27589
Pesona Indonesia
(foto: PS)
(foto: PS)

batampos.co.id – Kasus pemerkosaan dan pembunuhan sadis Eno Parinah (19), karyawati pabrik plastik PT. Polyta Global Mandiri, ternyata berawal dari SMS kencan tengah malam antara korban dengan salah satu tersangka, RA.

Eno dan RA (15) sempat berkomunikasi lewat SMS.
Awalnya, RA mengirimkan SMS kepada Eno Parinah pada Kamis (12/5). SMS tersebut dikirim RA usai mengikuti ujian akhir sekolah (UAS). RA mengajak Eno ketemuan pada malam Jumat.

Baca Juga: Pembunuh Si Cantik Eno Pakai Gagang Cangkul Ternyata Pelajar SMP

“Tersangka RA siangnya SMS korban, ‘Teh, nanti malam ada acara gak?’ Kemudian dijawab oleh korban ‘Emang kenapa kalo gak ada acara?’,” ujar Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen, menirukan percakapan Eno Parinah dan RA.

Mendapat jawaban seperti itu, RA merasa ada peluang. RA lantas membalas pesan dari Eno.

“Kalo enggak ada acara kita ketemuan,” imbuh RA. Ajakan itu kemudian dijawab oleh Eno Parihah dengan menanyakan di mana ketemuannya.

RA kemudian mengatakan jika ketemuannya di kamar Eno Parinah saja. Eno sempat ragu karena khawatir kedatangan RA ke kamarnya diketahui oleh teman-teman mess.

“Emang enggak takut nanti ketahuan sama temen mess yang lain,” jawab Eno.

“Yaah itu mah gampang, nanti aja dipikirinnya,” balas RA.

Baca Juga: 3 Pembunuh si Cantik Eno Pakai Gagang Cangkul Ditempatkan di Sel Khusus

Setelah sepakat bertemu tengah malam di kamar Eno Parihah, keduanya menyusun siasat agar RA masuk tanpa diketahui orang lain, termasuk teman mess Eno Parihah.

Rencana yang disusun RA dan Eno Parinah pun berjalan mulus. Setelah kondisi mess sudah sepi dan penghuni lain sudah tidur, Eno Parinah menghubungi RA jelang tengah malam, tepatnya pukul 23.30 WIB.

Eno mengatakan dia sudah membuka kunci pagar dan tidak mengunci kamarnya. Eno menyuruh RA langsung masuk saja. RA pun manut dan mengikuti arahan dari Eno.

“Nanti pintu pager gak dikunci,” bunyi SMS Eno. SMS itu kemudian dibalas oleh RA dengan menyebut, “OK. Bye.”

Saat RA masuk ke dalam kamar, ia langsung tergiur melihat keseksian Eno Parinah yang hanya mengenakan celana pendek dan baju seksi.

RA langsung mencumbu Eno Parihah hingga keduanya terlibat ciuman mesra. Di saat nafsu birahi RA sudah memuncak, Eno tiba-tiba menutup celananya. Ia menolak berhubungan badan dengan RA karena takut hamil.

Penolakan itulah yang membuat RA kecewa dan sakit hati. Terlebih, nafsu birahinya sudah sampai di ubun-ubun. Akhirnya. RA keluar kamar untuk merokok di pinggir jalan.

Saat sedang merokok, RA didatangi dua tersangka lain. Lalu, mereka masuk kembali ke kamar Eno Parinah. Mereka memperkosa dan membunuh Eni Parihah secara sadis dengan menusukkan gagang cangkul ke kemaluan Eno Parihah hingga tembus ke paru-paru dan hati. (PS)

Berita Terkait: Ngeri, Luka Luar dan Dalam yang Diderita Si Cantik Eno Ternyata Sangat Parah

Respon Anda?

komentar