Tim Terpadu Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Dam Duriangkang

722
Pesona Indonesia
Tim Terpadu menggusur rumah dan bangunan liar di kawasan Dam Duriangkang, Rabu (18/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Tim Terpadu menggusur rumah dan bangunan liar di kawasan Dam Duriangkang, Rabu (18/5). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tim terpadu yang terdiri dari Ditpam BP Batam, TNI, Polri dan Satpol PP Batam melakukan penertiban di kawasan Dam Duriangkang, Rabu (18/5).

Dalam penertiban yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB itu, tim terpadu yang berjulah sekitar 180 orang merobohkan 31 rumah dan gubuk, 29 kandang ternak, 86 kolam darat tempat pembibitan ikan. Selain itu, tim terpadu juga menertibkan sekitar tujuh hektar kebun serta dua titik tempat sabung ayam.

Kasi pengamanan lingkungan (pamling) Ditpam BP Batam, Sarjono mengatakan penertiban tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka memelihara Daerah Tangkapan Air (DTA).

“Semua (bangunan liar) kita bongkar sekitar lokasi (Dam) ini,” ujar Sarjono yang langsung menjadi koordinator penertiban.

Untuk memudahkan tim yang di bagi dalam dua regu, satu unit alat berat serta dua unit Mesin Gergaji Chainsaw diturunkan. Lanjut Sarjono, penertiban akan terus berlanjut hingga bangunan liar di sekitar Dam tak ada. “Penertiban selanjutnya akan dijadwalkan lagi,” katanya.

Sementara itu Komandan Pleton Patroli Ditpam Batam, Khairul Rosadi mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan namun namun karena lokasi yang cukup luas sehingga ada saja yang membangun. “Ada pantauan, tapi ini kan berada di lokasi yang cukup luas, bukan juga anggota terbatas,” terangnya.

Dia menambahkan pihaknya juga tak henti untuk menghimabu kepada masyarakat agar tak ada yang bangun dengan berbagai macam alasan seperti mempertahankan kehidupan. “Kita ingatin secara lisan agar tak membangun, tak mungkin juga kita awasi 24 jam.

tetap melakuakn pantauan namun karena lokasi yang cukup luas, bukan juga keterbatasan anggota. Alasan mereka (bangun bangunan liar) alasan klasik sih, ada yang cocok tanam dan lain-lain, tapi tetap kita tertibkan,”ungkapnya.

Sementara itu salah satu warga yang digusur, Haris mengaku dia bersama tiga temannya yang lain baru tiga bulan tinggal di tempat tersebut. “Ini bekas orang. Kita di sini cari makan, seperti mancing, selain aku kerja bangunan,”ucap pria asal Tembilahang ini.

Menurut rekannya Haris, Jamil tim terpadu memang telah melayangkan surat pemberitahuan, namun baru sekali. “Ini suratnya,”kata Jamil menunjukkan surat yang dikeluarkan pertengahna maret lalu. (cr13)

Respon Anda?

komentar