TKW Asal NTB Dianiaya Majikan sebab Kucing Majikan Mati

959
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Nasib tragis kembali dialami pekerja migran Indonesia. Kali ini terjadi di Brunei Darussalam.

Suhartati dianiaya dan dipecat dari tempatnya bekerja gara-gara kucing peliharaan majikannya mati.

Perempuan asal Bima, Nusa Tenggara Barat itu pun dipulangkan ke Indonesia. Kasi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak, As Syafii mengatakan, pihaknya menerima informasi dari Dinas Sosial Kalimantan Barat dan pengaduan TKI secara langsung di Crisis Center BP3TKI Pontianak.

“Pengaduan yang kami terima, Suhartati mengadukan masalah yang menimpanya  dan meminta bantuan penyelesaian kasus,” kata Syafii diberitakan Rakyat Kalbar.

Menurut Syafii, dari keterangan yang didapat, korban dipulangkan ke Pontianak karena kucing peliharaan majikannya mati. Majikan lalu menuduh Suhartati yang membunuh kucing tersebut.

“Tidak terima dengan kematian kucing itu,  majikan kemudian memukul Suhartati, pemutusan kontrak kerja TKI dan memulangkannya ke Indonesia melalui Pontianak,” ungkapnya.

Setibanya di Pontianak, lanjut dia, pekerja migran tersebut kebingungan karena tidak memiliki biaya untuk pulang. Beruntung, ada seseorang mau membantu menumpangkan bermalam dan membawanya ke Dinas Sosial Kalbar untuk dibantu menangani masalahnya.

“Keberangkatannya yang kedua ini tidak sebaik nasibnya yang pertama. Baru bekerja selama dua bulan lalu tertimpa masalah,” sambungnya.

Dia menambahkan, untuk data keberangkatannya  yang pertama tercatat pada sistem online yakni berangkat ke Brunei Darusalam bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada pengguna perseorangan di Brunei dan diberangkatkan oleh PT. WLJ di Bekasi, Jawa Barat.

“Kami akan menelusuri proses keberangkatan TKI dulu oleh siapa dan membantu proses kepulangannya ke daerah asal. Saat ini yang bersangkutan masih ditampung sementara di selter untuk pendalaman kasus dan proses penyelesaiannya,” terangnya. (adg/yuz/JPG)

Respon Anda?

komentar