Wabup Bintan Usulkan Kapal Ikan Jadi Transportasi Utama ke Tambelan

724
Pesona Indonesia
Kapal ikan
Kapal ikan

batampos.co.id – Banyak warga Tambelan yang berdomisili di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang kecewa semenjak dua unit kapal tujuan Pulau Tambelan yakni Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 30 dan 39 diambil alih PT Pelayaran Indonesia (Pelni).

Kekecewaan itu dikarenakan selama empat bulan kapal yang disubsidi Pemerintah Pusat itu tak kunjung dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sehingga warga terpaksa beralih dengan menumpangi kapal ikan (Moto Ahod) sebagai transportasi laut.

Menanggapi kekecewaan warganya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan akan menjadikan kapal ikan sebagai transportasi angkutan penumpang utama bagi warga Tambelan ke Tanjungpinang dan Bintan maupun sebaliknya. Dengan menumpangi kapal ikan keamanan dan kenyamanannya juga terjamin. Diberlakukannya kapal ikan sebagai angkutan penumpang ini hanya bersifat sementara menyusul proses perbaikan dua kapal subsidi yang ditangani PT Pelni.

“Dua kapal subsidi yang dikelola PT Pelni tak juga dioperasikan hingga saat ini. Jadi kita harapkan warga bisa menggunakan transportasi laut lainnya yaitu kapal ikan. Karena naik kapal ikan lebih nyaman juga,” ujar Dalmasri Syam, Rabu (18/5).

Jika warga masih mengeluhkan dengan menumpangi kapal ikan, lanjutnya, Pemkab Bintan juga menyediakan kapal penumpang lainnya yaitu VOC Batavia. Namun kapal ini dioperasikan khusus untuk mengangkut warga Tambelan saat menyambut arus mudik lebaran nanti yaitu H-7 dan H+7.

Kapal VOC Batavia ini merupakan kapal yang disubsidi melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bintan 2016. Jadi warga Tambelan yang ingin pulang ke kampung halaman ataupun sebaliknya bisa menumpang kapal ini hanya dengan membayar setengah harga dari harga tiket biasanya.

“Pemkab Bintan subsidi 50 persen harga tiket. Jadi warga hanya bayar Rp 150 ribu dari harga awalnya Rp 300 ribu,” katanya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar