Warga Tambelan Murka Diminta Menumpang Kapal Ikan

737
Pesona Indonesia
Kapal ikan
Kapal ikan

batampos.co.id – Ketua Himpunan Masyarakat Tambelan di Tanjungpinang, Gusti Ranjis murka dengan tanggapan yang dilontarkan Wabup Bintan, Dalmasri Syam. Wabup mengusulkan warga Tambelan untuk menggunakan kapal ikan sebagai transportasi laut sementara ini. Namun menurut Gusti Tanjis, itu bukan sebagai solusi yang baik. Melainkan menjerumuskan warganya sendiri sebab kapal ikan bukanlah kapal penumpang yang dilengkapi dengan fasilitas keamanan serta kenyamanan.

“Kami ingin mengundang kepada Pak Dalmasri sekaligus mengajak beliau naik Moto Ahod (kapal ikan) ke Tambelan. Sehingga beliau bisa merasakan sendiri nyaman atau tidak dan bahaya atau tidak dalam mengarungi Laut China Selatan dengan kapal ikan,” akunya.

Jarak tempuh dari Tanjungpinang atau Bintan menuju Pulau Tambelan sejauh 120 mill. Jika perjalanan itu dilakukan dengan kapal ikan akan menelan waktu 23-24 jam. Itupun jika arus atau ombak di Laut China Selatan bisa bersahabat dengan kapal yang ditumpangi, namun jika tidak bisa menelan waktu lebih.

Selain jarak dan waktu, lanjutnya, kondisi kapal ikan tidak memiliki safety atau keamanan. Sehingga bagi yang menumpanginya tidak akan pernah dapat merasakan namanya kenyamanan. Karena selama 23-24 jam penumpang hanya bisa duduk di lantai serta harus berdesakan dengan kotak fiber yang berisikan ribuan ton ikan.

“Jadi sudah sangat jelas. Mengarungi Laut China Selatan untuk mencapai Tambelan perlu waktu lama. Kemudian dibutuhkan jaminan keamanan dan kenyamanan. Kalau menumpangi kapal ikan, pastinya tidak akan aman dan nyaman karena kapal itu bukanlah kapal penumpang,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar