Belum Ada Kesepakatan, Warga Ruli Kampung Harapan Ngotot Tak Mau Pindah

1123
Pesona Indonesia
Alat berat dikerahkan oleh Tim Terpadu untuk merobohkan rumah liar di Kampung Harapan, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (17/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Alat berat dikerahkan oleh Tim Terpadu untuk merobohkan rumah liar di Kampung Harapan, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (17/5) lalu. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Aparatur pemerintah di wilayah kecamatan Batuaji masih terus berupaya mencari kesepakatan dengan warga ruli Kampung Harapan RT03/RW03 kelurahan Tanjunguncang agar proses penggusuran lokasi ruli tersebut berjalan lancar nantinya.

Camat Batuaji, Rinaldi M Pane mengatakan, sejak upaya penggusuran dari tim Terpadu kota Batam pada Selasa (17/5) lalu dibatalkan karena warga melakukan perlawanan, pihaknya terus melakukan dialog dengan masyarakat setempat. “Masih terus kami dekati, agar masyarakat terima dan tidak melakukan perlawanan lagi saat digusur nanti,” kata Rinaldi, kemarin (20/5).

Untuk mencari solusi yang tepat, pihak kecamatan bersama perangkat RT/RW setempat sudah beberapa kali mendatangi warga. “Tapi itu tadi, belum ada kesepakatan. Makanya sore ini akan rapat lagi di Pemko,” kata Rinaldi.

Sesuai yang disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad sebelumnya, kata Rinaldi bahwa pemerintah hanya bisa memenuhi tuntutan warga dengan menyediakan rusun sebagai tempat relokasi dan sifatnya sementara. “Warga memang tuntut kavling atau rusun permanen tapi belum ada kesepakatan. Makanya rapat lagi kami sore ini,” ujar Rinaldi.

Sementara dari warga ruli Kampung Harapan sendiri mengaku masih tetap keras pada tuntutan relokasi ke tempat yang permanen. Warga memintah ganti kavling atau rusun yang sifatnya permanen. “Itu saja tuntutan kami. Kami tak minta uang ganti rugi yang banyak. Kami minta tempat tinggal itu saja,” kata Antonius salah satu warga di Kampung Harapan.

Jika pemerintah tetap tak mau memenuhi tuntutan itu, masyarakat akan tetap mempertahankan pemukiman mereka. “Kami butuh tempat tinggal. Kalai digusur tanpa ada pengganti tempat tinggal kami ya kami akan pertahankan,” ujar Nia warga lainnya.

Warga ruli Kampung Harapan saat ini terus bersiaga agar kediaman mereka tak digusur sebelum ada kesepakatan bersama dengan warga setempat.

Pantauan di lapangan, pemukiman liar yang berada tak jauh dari Mapolsek Batuaji itu masih ada seperti biasanya. Warga di dalamnya tetap beraktifitas seperti biasa. Namun beberapa orang lainnya tetap disiagakan di lokasi pemukiman itu untuk berjaga-jaga agar petugas penertiban tidak datang merobohkan bangunan rumah tanpa sepengetahuan mereka.

Erni salah seorang warga lainnya mengaku bersedia ditempatkan di rusun Fanindo milik Pemko Batam yang tak jauh dari lokasi ruli tersebut, namun dia meminta agar ditempatkan secara permanen. “Suami kerja di Tanjunguncang, jadi tak apa kalau ditempatkan di rusun di belakang ini asalkan permanen,” ujarnya.

Erni sendiri mengaku keberatan jika dipindahkan ke rusun yang sifatnya sementara, sebab keluarganya tergolong orang yang kurang mampu dan akan membebankan jika harus bayar sewa rusun nantinya. “Cuma buruh bangunan kerjaan suami. Jadi kalau harus sewa rumah, gimana biaya makan minum dan sekolah anak kami nanti,” ujarnya.

Untuk itu Erni sangat berharap kebijakan Pemko Batam agar merelokasi mereka ke kavling atau rusun yang sifatnya permanen. (eja)

Baca juga:

Pemerintah Akan Relokasi Warga Ruli Kampung Harapan ke Rusunawa

Pemko Tetap Akan Robohkan Seluruh Bangunan Ilegal di Kampung Harapan

Pemko Tolak Permintaan Warga Ruli Kampung Harapan

Pengusuran Ruli Kampung Harapan Batam Berlangsung Tegang

Respon Anda?

komentar