BLH Bina Sekolah Berwawasan Lingkungan

504
Pesona Indonesia
SMK 1 Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos
SMK 1 Tanjungpinang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tanjungpinang melakukan pembinaan kepada sekolah yang ada di Kota Tanjungpinang untuk menjadi sekolah Adiwiyata yang berwawasan lingkungan.

“Semoga para peserta 70 orang dari sekolah binaan ini dapat memaksimal kegiatan bimbingan teknis untuk memperoleh nilai dan prestasi Adiwiyata,” ujar Kepala BLH Kota Tanjungpinang, Yuswandi, dalam Pembukaan Bimbingan Teknis Sekolah Adiwiyata 2016 di Bintan Plaza, Kamis (19/5).

Tujuan program bimbingan teknis Adiwiyata adalah mewujudkan sekolah yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan, meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas siswa dan peran aktif sekolah, serta meningkatkan kondisi belajar yang nyaman dan menciptakan kondisi kebersamaan.

Yuswandi melanjutkan, dengan adanya Adiwiyata, maka upaya untuk menghindari resiko dampak lingkungan semakin tinggi. “Sekolah menjadi tempat pembelajaran bagi generasi penerus tentang nilai-nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Sementara Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, Adiwiyata mengajarkan perubahan karakter dan perilaku dalam menyiapkan dan mewujudkan generasi penerus (sekolah) yang bertanggung jawab, peduli dan berbudaya lingkungan.

“Komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang mendorong untuk menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman dan hijau sehingga sekolah-sekolah untuk turut berpartisipasi dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup di sekolah,” ujarnya.

Dia melanjutkan, sekolah merupakan sarana yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian dan kecintaan terhadap kelestarian lingkungan hidup. Dengan begitu, akan dihasilkan manusia yang memiliki inovasi dan kreatifitas berwawasan lingkungan yang nantinya sangat berpengaruh secara langsung dalam pembangunan di Kota Tanjungpinang.

“Dengan menjadi sekolah Adiwiyata diharapkan akan dapat meningkatkan semangat guru dan murid sekolah dalam proses belajar mengajar,” ujarnya. (Lra/bpos)

Respon Anda?

komentar