Dapat Kado Pelor Dua Butir saat Ultah, Perampok Mewek Dipelukan Kekasih

1591
Pesona Indonesia
Jajang (24) Pelaku Perampokan Indomaret Menangis Saat Dipeluk Kekasih, Jum’at (20/5) malam. Foto: Defry Masri/JPG
Jajang (24) Pelaku Perampokan Indomaret Menangis Saat Dipeluk Kekasih, Jum’at (20/5) malam. Foto: Defry Masri/JPG

batampos.co.id – Jajang Nurjaman, tersangka perampokan toko Indomaret tidak dapat menahan tangis saat sang kekasih berusaha memeluknya sembari mengucapkan selamat ulang tahun.

Pria yang lahir di Pasir Pangaraian Kabupaten, Rohul, Riau, 24 tahun lalu ini terpaksa merayakan hari kelahirannya dibalik sel tahanan Polresta Pekanbaru dengan dihadiahi dua butir timah panas dibagian kaki, Jumat (20/5) malam.

Saat dijumpai diruang penyidik Satreskrim Polresta Pekanbaru, anak ketiga dari lima suadara ini mengaku jika dirinya baru lima bulan berada di kota Pekanbaru.

Tinggal bersama sang kekasih di jalan Sukajaya Kecamatan Payung Sekaki terpaksa membuatnya harus memikirkan biaya hidup serumah. Tidak ada usaha lain dengan melakukan aksi nekat sebagai Perampok untuk membahagiakan prempuan idamannya ini.

” Saya datang kesini awal tahun bang, dan beberapa bulan saya bekerja sebagai tukang loundry baju membantu pacar saya. Tapi itu tidak pula cukup untuk biaya hidup kami,” terangnya seperti dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Group).

Empat kali menjalankan aksinya sebagai Perampok Ritel Indomaret dan juga Alfamart, ternyata peran pria berbadan kurus dan tinggi 165 cm ini cukup tergolong ekstrim.. Menggunakan samurai dan masker layaknya film laga, Jajang langsung melumpuhkan pegawai serta mengikatnya.

“Saya langsung masuk kedalam toko bersama Dika (23) bang sambil membawa parang. Dan mereka yang ketakutan langsung kami ikat dibelakang,” terangnya.

Teringat akan kedua orang tuanya dikampung membuat Jajang kembali mengeluarkan air mata. Keganasan saat merampok sama sekali tidak terlihat diwajahnya. Kini dengan kaki yang sulit berjalan serta mengeluarkan darah, Jajang terpaksa merayakan hari ulang tahunnya bersama tahanan yang lain di rutan Polresta Pekanbaru.

” Saya sangat menyesal bang, kali ini saja saya berani berbuat seperti ini. Apalagi saat saya teringat orang tua saya, benar-benar membuat saya terpukul,” jelasnya sembari menuju sel.(jpg)

Respon Anda?

komentar