Dituding ke Korea Bareng Jokowi Bahas Status Ahok, Ini Penjelasan Ketua KPK

785
Pesona Indonesia
Ketua KPK Agus Raharjo (tengah). Foto: jpnn.com
Ketua KPK Agus Raharjo (tengah). Foto: jpnn.com

batampos.co.id – Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)yang berangkat ke Korea Selatan lalu rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menimbulkan tanya dari berbagai kalangan.

Ada dugaan kalau pertemuan tersebut membahas tentang nasib Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok terkait kasus yang membelit orang nomor satu di DKI Jakarta itu.

Namun tudingan itu dibantah semua oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. Bahkan, Agus mengaku tidak berangkat bersama rombongan Presiden Joko Widodo ke Korea Selatan.

Agus mengaku berangkat sendiri tanpa bergabung dengan presiden. “Berangkat sendiri dong,” kata Agus usai upacara Hari Kebangkitan Nasional, Jumat (20/5/2016) di KPK.

Agus mengaku setibanya di Korsel juga tidak ada penjemputan oleh kedutaan. “Kami sendiri. Jadi kami ke sana tidak dijemput kedutaan,” ujarnya.

Dia mengatakan, tujuan ke Korsel adalah untuk menandatangi kerjasama dengan lembaga pemberantasan korupsi di Korea (The Anti-Corruption & Civil Rights Commission) saja.

Menurut Agus, KPK sudah banyak melakukan kerjasama dengan lembaga antikorupsi negara lain seperti Hongkong, Malaysia. “Sebentar lagi Arab Saudi ingin bekerjasama,” katanya.

Memang, kata dia, dalam setiap kerja sama ruang lingkupnya berbeda-beda. “Di Korsel hanya pencegahan,” kata dia.

Namun, ia menambahkan, yang tak kalah penting, pihaknya ingin seperti kerjasama peningkatan kualitas sumber daya manusia, membangun sistem yang lebih baik. (boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar