Garap 58 Anak Bawah Umur, Koko Pengusaha Kaya Raya Ini hanya Divonis 9 Tahun Penjara

1090
Pesona Indonesia
Sony Sandra alias Koko, pengusaha kaya raya di Kediri yang hanya divonis penjara 9 tahun terkait kasus tali air 58 anak baru gede di Kediri. Foto: istimewa
Sony Sandra alias Koko, pengusaha kaya raya di Kediri yang hanya divonis penjara 9 tahun terkait kasus tali air 58 anak baru gede di Kediri. Foto: istimewa

batampos.co.id – Keadilan di negeri ini terasa makin hambar. Orang mencuri ayam atau sandal jepit bisa dihukum berat. Tapi penjahat kelamin divonis ringan.

Ya, itulah gambaran proses pradilan Sony Sandra alias Koko (63). Pengusaha kaya raya yang diduga menggarap 58 anak di bawah umur itu hanya divonis penjara 9 tahun oleh Mejelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kediri.

Putusan itu jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut penjara 13 tahun.

Dendanya juga ringan, hanya Rp 250 juta, subsider 4 bulan penjara.  Padahal trauma 58 korbannya itu akan dibawa sampai mati.

Baca Juga: Korbannya 58 Anak, Traumanya Sampai Mati, Koko hanya Divonis 9 Tahun, Aktivis Anak Marah

Analis politik dan HAM dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga berpendapat putusan PN Kediri hanya menghukum pemerkosa 58 perempuan yang sebagian besar dikategorikan sebagai anak, sama sekali tidak logis dan bertendensi mengabaikan HAM, khususnya para korban.

“Ditenengarai ada campur tangan oknum  elit politik baik nasional dan daerah dalam mempengaruhi putusan hakim tersebut, apalagi sang pengusaha tersebut cukup berpengaruh di Kediri dan Jawa Timur,” kata Andy, Kamis (19/5/2016).

Jelas dia, sangat miris sekali di tengah-tengah usaha Pemerintah Jokowi dalam memerangi kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak, PN Kediri malah menoreh sejarah kelam dalam mengeluarkan putusan yang ringan terhadap pelaku kejahatan seksual yang korbannya puluhan orang.

“Menurut catatan kami, kasus ini merupakan kasus kejahatan seksual yang terbesar di Indonesia dengan pelaku tunggala dan korbannya sangat banyak. Hukuman maksimal seperti hukuman seumur hidup perlu diambil, agar para penjahat seksual seperti oknum pengusaha tersebut jera melakukan perbuatan tercela tersebut,” papar Andy.

Pihaknya pun mendesak agar Komisi Yudisial dan Badan Pengawasan Mahkamah Agung agar turun tangan melakukan penyelidikan terhadap putusan para Hakim PN Kediri tersebut. Sidang itu dipimpin majelis hakim Purnomo Amin dan anggota satu Rahmawati serta anggota dua Saru Swastika Rini.

“Kami juga mendesak agar Kejari Kediri untuk segera membuat memori banding atas putusan PN Kediri tersebut,” tukas Andy. (rus/rmol/pojoksatu/nur)

Baca Juga:
> Koko yang Garap 58 ABG Selalu Cekoki Obat Korbannya Agar Tak Hamil
> Koko Kaya Garap 58 ABG, Kasus Dipetieskan Aparat, Kini Dibongkar Aktivis Anak

Respon Anda?

komentar