Guru dan Kepala Madrasah Asal Batam Berprestasi Wakili Kepri di Tingkat Nasional

709
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto: Pixabay
Ilustrasi. Foto: Pixabay

batampos.co.id – Guru dan kepala Madrasah asal Kota Batam berhasil menjadi juara pertama pada lomba guru berprestasi di lingkungan Kantor Kementerian Agama Wilayah Kepri, Kamis (19/5/2016).

Dia adalah Juarhmin seorang kepala madrasah asal Kota Batam yang jadi juara pertama dengan raihan nilai 314. Kemudian peringkat kedua adalah Zuperizal Effendi asal Karimun dengan nilai 271 dan peringkat tiga adalah Husni, asal Bintan dengan nilai 247.

Sedangkan guru madrasah berprestasi juga jadi milik utusan Kota Batam. Narti Harahap berhasil menjadi terbaik pertama dengan jumlah nilai 302. Kemudian pemenang kedua jadi mili Sulikah, yang juga asal Batam dengan nilai 287. Sedangkan pemenang ketiga adalah Siti Hadri asal Lingga dengan nilai 280.
Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kepri, Abu Sufyan, mengharapkan, setiap pemenang pertama agar menyiapkan dirinya lebih baik agar mampu bersaing di tingkat nasional. Sebagaiamana yang diketahui, bahwasanya juara pertama di masing-masing kategori akan mewakili Kepri pada perlombaan guru dan kepala madrasah berprestasi di tingkat nasional.
“Saya minta ada peningkatan setiap tahunnya. Supaya dari Kepri ada yang juara nasional. Untuk itu tingkatkan kualitas portofolio sebaik mungkin. Caranya dengan mempelajari petunjuk teknis yang telah ada dan banyak melakukan konsultasi,” kata Abu Sufyan.
Karya ilmiah juga tidak luput dari catatan. Abu Sufyan meminta kualitasnya bisa terus diperbaiki. “Jangan biasa-biasa saja. Lakukan diskusi dan komunikasi dengan pakar-pakar karya ilmiah supaya berkualitas. Belajar untuk menulis lagi supaya bermutu. Begitu juga dengan teknik wawancara dan presentasi juga harus ditingkatkan,” kata Abu Sufyan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Marwin Jamal mengungkapkan, ajang pencarian guru dan kepala madrasah berprestasi semacam ini merupakan bagian dari upaya perbaikan kualitas madrasah dari tahun ke tahun. Untuk menuju madrasah yang berdaya saing, sambung Marin, juga tidak ditampik memerlukan guru-guru dan kepala madrasah yang andal, kreatif, dan inovatif.
“Ajang ini juga ingin menanamkan semangat semacam itu kepada seluruh pendidik di madrasah,” pungkasnya. (aya)

Respon Anda?

komentar