Harga Beras di Batam Masih Stabil Jelang Ramadan

794
Pesona Indonesia
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) saat  sidak di Kawasan Industri Tunas, Batamcenter. Kamis (19/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Gusti Raizal Eka Putra bersama Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) Batam saat sidak di Kawasan Industri Tunas, Batamcenter. Kamis (19/5). Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan gudang distributor di Batam, kemarin (19/5) dalam rangka menghadapi datangnya bulan suci Ramadan.

TPID mendatangi sejumlah lokasi seperti Pasar Botania Batamcentre, gudang beras PT Sri Jaya Raya di Kawasan Industri Tunas Batamcentre, Pasar Penuin Baloi, dan gudang PT Japindo Batuampar.

Di Pasar Botania, TPID meninjau seluruh pedagang yang ada disana, termasuk pedagang sayur, gula pasir, beras, ikan, daging, dan lainnya.

“Kita sama-sama melihat tidak ada peningkatan harga yang signifikan di pasar. Yang meningkat hanyalah gula pasir,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) Cabang Kepri, Gusti Raizal Eka Putra saat mendampingi TPID melakukan sidak.

Gula pasir saat ini perkilogramnya mencapai Rp 16 ribu dari seminggu yang lalu dengan harga Rp 14 ribu.

Gusti kemudian mengatakan kenaikan gula memang terjadi karena pasokan gula dari Jawa agak berkurang.”Namun distributor seperti dari PT Sri Jaya Raya berjanji tetap akan memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pemerintah harus siap dengan opsi baru jika terjadi kenaikan harga di pasar menjelang Ramadan nanti.”Mungkin bisa buat program pasar murah, kerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog),” katanya lagi.

Distributor juga diimbau agar membeli gula pasir langsung dari pabrik gula daripada membeli dari agen besar dengan harapan memperoleh harga yang lebih murah.

“Distributor juga jangan sampai menimbun barangnya, segera langsung dijual, kalau tidak akan kena sanksi,” tegasnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Botania, Putri Sarah mengatakan memang hanya gula pasir yang merangkak naik.”Kadang seminggu bisa dua kali naik,” ujarnya.

Sedangkan barang komoditi yang diperkirakan akan melonjak harganya seperti cabai merah malah turun dari Rp 35 ribu perkilogram pada minggu lalu menjadi Rp 30 ribu perkilogram.

“Intinya kalau beras aman, sedangkan gula menjadi langka,” pungkasnya. (leo)

Respon Anda?

komentar