Hari Pertama 13.187 JCH Lunasi Biaya Haji

383
Pesona Indonesia
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters
Jutaan umat Islam dari berbagai negara tawaf di masjidil Haram, Makkah. Foto: Amr Abdallah Dalsh/reuters

batampos.co.id – Animo jamah calon haji (JCH) melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) begitu tinggi. Seperti sudah diprediksi, pelunasan BPIH hari pertama, Kamis (19/5/2016) dibanjiri jamaah. Sampai ditutup pukul 15.00 tercatat ada 13.187 JCH melunasi BPIH 2016.

Jumlah pelunasan BPIH hari pertama tahun ini, mengalahkan rekor pelunasan BPIH hari pertama 2015 lalu. Tahun lalu pelunasan BPIH hari pertama tercatat 10.866 JCH dari 154.049 JCH berhak lunas (7 persen). Sementara sampai penutupan pelunasan BPIH 2016 hari pertama, tercatat ada 13.187 JCH dari 154.059 JCH berhak lunas (8,56 persen) melunasi ongkos haji.

Ketika dikupas sebaran pelunasan di setiap provinsi, Jawa Barat (Jabar) menjadi daerah dengan pelunasan BPIH terbanyak. Data di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag menyebutkan ada 3.066 orang JCH Jabar melunasi BPIH di hari pertama. Kemudian disusul Jawa Timur sebanyak 1.825 orang JCH, Jawa Tengah (Jateng) 1.416 orang JCH, dan Banten 899 orang JCH.

Catatan pelunasan provinsi lain di pulau Jawa adalah, di DKI Jakarta 709 orang JCH dan DI Jogjakarta 255 orang JCH.

Kasubdit Pendaftaran Haji Kemenag M. Noer Alya Fitra menuturkan catatan pelunasan ongkos haji sebanyak 13.187 orang itu murni untuk yang masuk kuota berhak berangkat haji tahun ini. Selain itu juga ada pada hari pertama kemarin ada empat orang dari 7.778 JCH cadangan yang melunasi BPIH 2016.

’’JCH cadangan yang melunasi BPIH, berhak mengisi kuota utama jika ada yang kosong,’’ jelasnya di Jakarta.

Pejabat yang akrab disapa Nafit itu mengingatkan bahwa pelunasan BPIH tahun ini tidak sepanjang tahun lalu. Untuk pelunasan tahap pertama, hanya berjalan sekitar setengah bulan yakni 19 Mei sampai 10 Juni. Sedangkan pelunasan tahap pertama BPIH 2015, dibuka sebulan penuh yakni 1-30 Juni.

Dia berharap JCH yang sudah mempersiapkan uang untuk pelunasan ongkos haji, diharapkan segera melunasi di bank penerima setoran (BPS). Selain itu Nafit juga mengamati pelaksanaan pelunasan di BPS tidak ada kendala. Padahal di internal pemerintah, pembukaan masa pelunasan haji benar-benar dadakan.

Terkait dengan adanya pembatalan karena sakit, meninggal, atau alasan lainnya, Nafit mengingatkan kursi JCH tidak bisa dialihkan ke ahli waris atau siapun.

’’Jangan sampai kursi haji menjadi semacam harta waris,’’ jelasnya lantas tertawa.

Ketentuan yang berlaku adalah, jika ada jamaah meninggal uang setoran awal akan dikembalikan. Kemudian kalau ingin digunakan untuk daftar haji, maka daftar dari awal.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay berharap pelunasan tahap pertama bisa tuntas dengan cepat. Kemudian bagi JCH di daftar kuota yang merasa ada kepentingan dan halangan untuk berhaji, segera memutuskan penundaan. Sehingga ada kepastian berapa kursi yang belum terisi. Kemudian bisa segera diisi oleh JCH dari kuota cadangan.

Politisi PAN itu menjelaskan tahun lalu banyak JCH yang memutuskan menunda atau mengundurkan diri pada detik-detik akhir masa pelunasan BPIH. Sehingga Kemenag tidak memiliki banyak waktu untuk mengisi kursi yang kosong itu. Sehingga Daulay menuturkan tahun lalu banyak sekali kursi kosong pada kuota haji reguler. (wan/jpgrup)

Respon Anda?

komentar