Korbannya 58 Anak, Traumanya Sampai Mati, Koko hanya Divonis 9 Tahun, Aktivis Anak Marah

564
Pesona Indonesia
Koko. Foto: istimewa
Koko. Foto: istimewa

batampos.co.id – Vonis ringan Sony Sandra alias Koko (63), pengusaha kaya raya di Kediri yang menggarap 58 anak untuk kesenangan menuai kecaman dari berbagai kalangan, khususnya aktivis anak.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh menyayangkan vonis hakim pada kejahatan yang dilakukan Sony Sandra. Dia menilai, waktu 9 tahun tidak cukup menjerakan.

“Dari sisi besaran hukum yang diputuskan, tidak sejalan dengan komitmen presiden yang menegaskan kejahatan seksual terhadap anak adalah kejahatan luar biasa,” keluhnya.

Selain itu, lanjut dia, hukuman tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan di tengah masyarakat. Apalagi jika ditelisik dari jumlah anak-anak yang jadi korban kebiadaban Koko, diperkirakan ada 58 anak-anak yang sudah terciderai masa depannya.

“Belum lagi trauma yang ditinggalkan akibat kejadian tersebut,” tutur staf pengajar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta itu.

Oleh karenanya, dia mendorong jaksa penuntut umum (JPU) untuk banding. Tidak peduli, apakah rumor pihak jaksa merupakan kaki tangan Sony Sandra benar atau tidak.

“Itu proses hukum. Jaksa adalah pengacara negara,” tegasnya.

Di sisi lain, Asrorun meminta pihak pemerintah daerah (pemda) memberikan perhatian khusus pada para korban. Pemda harus memberikan perhatian dalam proses rehabilitasi kepada korban.

“Ini untuk kepentingan pemulihan aspek sosialnya. Kemudian, kepastian keberlanjutan hak-hak pendidikan dan juga hak-hak dasar yang lain juga harus jadi perhatian,” paparnya.

Sementara itu, Direktur Regional Asia Pasifik Komisi Perempuan di PBB (UN Women) Roberta Clarke turut mengutuk adanya kekerasan seksual yang terjadi pada gadis belia di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah tak boleh hanya fokus dalam perumusan regulasi untuk menghukum pelaku kekerasan seksual. Menurutnya, masih banyak aspek harus diperbaiki untuk menekan kasus pemerkosaan dan pencabulan di Indonesia.

”Bukan hanya hukum, pendidikan pun harus menjadi perhatian. Bagaimana mengajarkan generasi muda apa dampak definisi kekerasan seksual dan dampaknya ke masyarakat juga merupakan faktor penting. Karena selama ini banyak yang salah kaprah tentang kekerasan seskual,’’ ungkapnya dalam Seminar Pemajuan Hak Asasi Perempuan di Asia Tenggara, Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Berdasarkan penelitian, lanjut dia, pia yang sudah pernah diwawancarai mengenai kekerasan seksual mengaku melakukan hal tersebut untuk kesenangan. Banyak laki-laki memandang perempuan sebagai obyek yang dimiliki. Hal tersebut memang mengakar di budaya masing-masing negara yang harusnya terus dihapus.

”Budaya tersebut memang menyebabkan ada semacam toleransi terhadap kekerasan terhadap perempuan termasuk dalam aspek seksual. Hal itulah yang selama ini kami tentang. Misalnya, budaya pernikahan anak-anak yang seringkali dipaksakan. Hal ini merupakan salah satu wujud kekerasan seksual yang terselubung dan bisa berujung kekerasan seksual dalam skala berbeda,’’ terangnya.

Vonis ringan yang dijatuhkan hakim PN Kediri juga mengecewakan Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELMAS) Wahyu Wagiman. Dia menyatakan, vonis yang diterima Sony menyisakan pertanyaan besar. Bagaimana bisa, terdakwa hanya dijatuhi hukuman yang begitu ringan. Padahal kesalahannya sangat berat.

“Kami belum tahu alasan hakim m enjatuhi hukuman 9 tahun,” terang dia, Kamis (19/5/2016).

Yang perlu ditelisik terlebih dahulu adalah  tuntutan jaksa. Menurut dia, berapa tuntutan yang diajukan jaksa untuk menjerat Sony. “Apakah jaksa menuntut maksimal?” tanyanya.

Wahyu pun mendesak agar jaksa mengajukan banding atas putusan yang dianggap mencederai rasa keadilan masyarakat itu. “Banding harus dilakukan,” tegas dia.

Tentu banyak masyarakat yang kecewa dengan putusan tersebut. Langkah jaksa sangat ditunggu untuk mengajukan banding.

“Masalah sudah menjadi isu nasional yang mendapatkan perhatian masyarakat luas,” ungkap dia. (mia/bil/lum/jpgrup)

Baca Juga:
> Garap 58 Anak Bawah Umur, Koko Pengusaha Kaya Raya Ini hanya Divonis 9 Tahun Penjara
> Koko yang Garap 58 ABG Selalu Cekoki Obat Korbannya Agar Tak Hamil
> Koko Kaya Garap 58 ABG, Kasus Dipetieskan Aparat, Kini Dibongkar Aktivis Anak

Respon Anda?

komentar