Pipa Banyak Pecah, Air SPAM Gatal

622
Pesona Indonesia
Sejumlah pekerja sedang membenahi pipa induk saluran air yang pecah. foto:syahid/batampos
Sejumlah pekerja sedang membenahi pipa induk saluran air yang pecah. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Pipanisasi proyek Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) sudah selesai dilakukan namun hingga kini belum memberikan manfaat seutuhnya bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasalnya pada saat uji coba, hingga kini masih menemui sejumlah kendala di lapangan.

Kendala yang paling sering ditemui yakni pipa induk yang sering pecah. Beberapa minggu terakhir ini sering ditemukan pipa pecah. Pada minggu ini setidaknya ada empat kali pipa pecah. Didepan gedung DPRD Anambas mengalami dua kali pecah, di Kampung Melayu atas satu kali dan terakhir di Jalan Raden Saleh. Saat air dialirkan pada hari Rabu sekitar pukul 21.00 WIB, sambungan pipa diduga tidak mampu menahan derasnya air yang mengalir sehingga pipa langsung pecah.

Karena curahan air sangat deras, maka tidak memerlukan waktu lama, air langsung meluber dijalan. Air berhenti ketika saluran air itu dimatikan.

Salah seorang warga Tarempa, Diaz, mengatakan, bukan hanya sering pecah tapi pemasangan saluran air kerumah warga juga terlihat tidak rapi. “Kerjanya asal-asalan. Kontrak kerjanya saja besar, tapi pekerjaan tidak rapi,” ungkapnya Kamis (19/5).

Iapun menaruh curiga, kenapa pipa saluran air itu sering pecah, apakah benar airnya yang terlalu deras atau cara pemasangan pipanyayang salah atau ada faktor lain yang membuat hal itu terjadi. “Kita
ini orang awam, cuma bisa berharap SPAM itu mengalir lancar, bukan seperti ini,” ungkapnya lagi.

Tak hanya pipa yang sering ditemukan pecah, tetapi kualitas air juga tak sesuai harapan. “Jangankan airnya bisa diminum, dipakai mandi saja gatal,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kepulauan Anambas Rony Pranata, mengatakan, para pekerja telah melakukan pemasangan sejumlah alat untuk mengurangi angin yang ada dipipa, namun hal itu belum maksimal.

Diakuinya tanki air utama yang telah dibangun terletak cukup tinggi dan terjal. Pihaknya telah berupaya melakukan pekerjaan sesuai dengan aturan, tapi kondisi jalan yang dilewati pipa tidak rata dan naik turun. Oleh karenanya hendaknya perlu ada tambahan pembangunan bak penampung air dari penampung air utama sebelum air itu dilepaskan untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Tujuan dari pembangunan bak tersebut untuk menampung air menjelang dialirkan ke rumah warga, artinya angin yang berada dipipa akan terhenti di bak yang dibangun nantinya. “Sudah kita lelang proyek tersebut dan proses penetapan pemenang ditentukan oleh panitia lelang,” ungkapnya.

Menurutnya pekerjaan yang dilakukan oleh pelaksana kegiatan sudah dianggap selesai seratus persen, namun masa pemeliharaan atau perawatan masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana. Oleh sebab itu pihaknya melakukan tahap percobaan pelepasan air sebelum dialirkan ke rumah warga. “Tetap kita upayakan yang terbaik untuk pembangunan air bersih,” ucapnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar