Target Kerjasama Indonesia-Iran Rp 67,94 Triliun

610
Pesona Indonesia
Wapres Jusuf Kalla. Foto: jawapos.com
Wapres Jusuf Kalla. Foto: jawapos.com

batampos.co.id – Kerjasama Indonesia dan Iran di bidang perekonomian bakal semakin erat lagi. Iran yang telah lepas dari embargo ekonomi itu menargetkan bisa merealisasikan segera kerja sama di berbagai bidang dengan Indonesia senilai 5 miliar dolar AS atau sektiar Rp 67,94 triliun.

Menteri Perekonomian dan Keuangan Iran Tayeb Zadeh Nia secara khusus bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), di kantor Wapres di Jakarta, Kamis (19/5/2016) pagi. Mereka membicarakan tentang potensi kerjasama bilateral yang berpenduduk mayoritas muslim itu.

Tayeb menuturkan bahwa mereka memang baru lepas dari embargo ekonomi. Sebelum embargo itu dicabut, hubungan dua belah negara di bidang ekonomi itu sudah mencapai USD 2 miliar.  Tapi, pada saat ada embrgo itu hubungan dua negara memang turun.

”Kami siap mengembalikan USD 2 miliar dalam jangka pendek. Dalam jangka menengah bisa sampai USD 5 miliar,” kata Tayeb.

Kerjasama itu akan menyangkut berbagai sektor perdagangan dan industri. Misalnya pembangkit listrik, industri petrokimia, serta minyak mentah. Bahkan menyangkut industri canggih seperti nano dan bio teknologi. Di bidang jasa juga ada kerjasama enggenering atau teknik.

Tayeb sangat yakin penjajakan kerjasama itu akan segera berlanjut lebih konkrit lagi. Sebab, dia sendiri tidak melihat ada halangan berarti yang akan memupuskan harapan pada realisasi hubungan dua negara itu.

”Karena kami percaya dan yakin ekonomi dan hubungan politik dua negara yang begitu baik,” ujar Tayeb.

Dia jug menyinggung soal kebijakan antara Indonesia dan Iran yang tidak jauh berbeda dalam isu-isu internasional. Seperti menjadi negara yang moderat dan perang terhadap terorisme.

”Kami juga sama-sama perang pada kekerasan dan radikalisme,” imbuh dia.

Sementara itu, Wakil Presiden Yusuf Kalla menuturkan bahwa selama ini sudah ada hubungan yang baik dengan Iran dalam bidang industri, perdagangan, dan energi. Salah satunya penjajakan kerjasama dibidang minyak dan gas. Indonesia pun ingin melangkah ke sektor kerjasama.

”Sekarang ingin memperbaiki hubungan di bidang perbankan,” ujar JK.

Tapi, kerjasama di bidang perbankan itu memang belum akan berbentuk konkrit seperti pendirian bank Iran di Indonesia. JK menuturkan yang diperkuat terlebih dahulu hubungan dalam sektor perbankan. ”Kalau pendirian ya belum,” imbuhnya.

JK optimistis juga optimistis hubungan perekonomian Indonesia-Iran akan semakin baik lagi. Apalagi setelah embargo Iran dicabut.

”Indonesia dan Iran punya banyak kesempatan untuk itu,” ujar JK. (jun/jpgrup)

Respon Anda?

komentar