Uang Rp 100 Juta Kadensus untuk Siyono Dilaporkan ke KPK

532
Pesona Indonesia
Koalisi untuk Keadilan yang memperjuangkan kasus kematian Siyono, yang meninggal saat ditangkap Densus 88 mendatangi KPK sambil membawa uang Rp 100 juta dari Kandensus. Uang itu disebut beberapa pihak sogokan, namun Polri menyebut santunan. Foto: Feri AS/okezone
Koalisi untuk Keadilan yang memperjuangkan kasus kematian Siyono, yang meninggal saat ditangkap Densus 88 mendatangi KPK sambil membawa uang Rp 100 juta dari Kandensus. Uang itu disebut beberapa pihak sogokan, namun Polri menyebut santunan. Foto: Feri AS/okezone

batampos.co.id – Kasus dugaan penyaniayaan yang berujung pada kematian Siyono oleh Detabesemen Khusus (Densus) 88 masih terus berbuntut. Kini koalisi masyarakat sipil melaporkan uang yang diberikan Kadensus 88 pada keluarga Siyono ke KPK. Mereka menduga uang itu berasal dari gratifikasi.

Koalisi masyarakat sipil yang melaporkan itu antara lain Pemuda Muhammadiyah, Indonesia Corruption Watch (ICW), Kontras dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

”Sebelumnya uang ini kan diakui dari kantong pribadi. Kami sanksi terhadap itu, kami menduga uang ini berasal dari berbagai pihak,” kata Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak di Gedung KPK, Kamis (19/5/2016).

Dia berharap laporan itu direspon bagian KPK dengan menelusuri mengecek asal usul uang tersebut. ”KPK kan punya cara sendiri untuk menyelidikinya, mungkin mengecek transaksi bank. Kami berharap kalau ini gratifikasi bisa ditindaklanjuti ke proses hukum,” kata Dahnil.

Aktivis anti korupsi, Ray Rangkuti yang ikut hadir dalam pelaporan mengatakan publik sulit percaya Kadensus punya uang tunai sebesar itu. Selain itu Ray juga menduga pemberian itu ada maksud agar keluarga Siyono tak menggunakan haknya. Misalnya tidak melanjutkan proses hukum, mengadu ke polisi, hingga agar tak melibatkan lawyer.

Uang yang dibawa koalisi masyarakat sipil itu berasal dari keluarga Siyono langsung. Uang tersebut ditempatkan di plastik bening dan diserahkan ke KPK. Koalisi tersebut juga sempat menemui pimpinan KPK untuk menyampaikan harapan mereka.

Pelaksana harian Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati mengatakan KPK akan melakukan penelaahan laporan koalisi tersebut. ”Kita akan verifikasi untuk apakah laporan itu bisa ditingkat penyelidikan atau tidak,” ujar Yuyuk.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti menyebut Kadensus 88 Brigjen Eddy Hartono memberikan uang duka cita sebesar Rp 100 juta. Uang itu merupakan duit pribadi dari Eddy. Bukan uang negara yang berasal dari Polri. Uang tersebut diberikan seorang polwan ke istri Siyono, Suratmi. (gun/jpgrup)

Respon Anda?

komentar