Jelang Puasa Harga Sayuran Naik di Bintan

707
Pesona Indonesia

sayurCebe-Merah-Naik_Nagoya---F-Rezza-Herdiyanto1batampos.co.id – Harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) di Pasar Tradisional se Kabupaten Bintan mengalami kenaikan menjelang bulan puasa atau Ramadan. Khususnya komoditas sayuran yang mengalami kenaikan hingga Rp 3 ribu per kilogram (Kg). Kenaikan harga sayuran ini juga dipicu dari banyaknya petani gagal panen akibat musim hujan yang terus melanda hingga saat ini.

“Biasalah kalau dekat-dekat puasa harga sembako naik. Apalagi saat ini musim hujan, pastinya kenaikan harga lebih tinggi karena stoknya terbatas,” ujar Bude Tumi saat menjajakan dagangannya di Pasar Tradisional Jalan Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (20/5).

Kenaikan harga yang terjadi pada komoditas sayuran ini diantaranya sayur kangkung, bayam, toge, sawi dan lainnya yang dipatok dengan harga rata-rata Rp 11 ribu. Harga ini mengalami kenaikan sebesar Rp 3 ribu dari harga biasanya Rp 8 ribu. Begitu juga dengan kacang panjang, dari harga Rp 6 ribu saat ini menjadi Rp 10 ribu perKg atau mengalami kenaikan sebesar Rp 4 ribu.

Bahkan yang membuat dirinya mengelus dada dengan harga mentimun yang awalnya hanya dijual Rp 7 ribu sudah melonjak menjadi Rp 13 ribu perKg. Namun ada juga komoditas lainnya yang mengalami penurunan yaitu cabai hijau dari harga awalnya Rp 28 ribu sekarang hanya Rp 25 ribu atau turun Rp 3 ribu.

“Sebenarnya kenaikan ini tak begitu membuatnya merogoh kocek dalam-dalam. Tapi yang penting, semua kebutuhan harus tersedia dan jangan sampai langka,” katanya.

Hal senada diakui oleh pemilik warung sembako di Batu 16, Kecamatan Toapaya, Arifin. Dia mengaatakan bahwa kenaikan harga komoditas ini tidak sekedar dipicu oleh bulan puasa melainkan juga disebabkan musim hujan yang melanda Bintan. Karena musim hujan ini menyebabkan ketersediaan berbagai komoditas terbatas atau kelangkaan stok.

“Sebenarnya harga sayuran di Bintan stabil. Namun karena hujan terus melanda mengakibatkan petani gagal panen sehingga stok jadi langka. Inilah pemicu haga barang jadi naik,” akunya.

Tidak hanya harga sayuran saja yang menglami kenaikan akibat hujan, tetapi terjadi juga pada komoditas lainnya. Diantaranya gula pasir, telur, minyak goreng, beras dan lainnya. Memang saat ini harga mulai merangkak naik dan belum dirasakan signifikan oleh pembeli. Namun lambat laun, harga akan membuat pembeli menjadi sepi karena selain membuat pembeli merogoh sakunya dalam-dalam juga ketersediaan barang akan menjadi langka.

“Harga saat ini takkan terasa oleh pembeli. Tapi jika hujan terus mengguyur apalagi dalam waktu dekat bulan puasa. Pembeli jadi sepi karena mikirin berhemat untuk menyambut lebaran,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Bintan, Edi Pribadi berjanji akan melakukan pengawasan keseluruh pasar baik itu pasar tradisional maupun minimarket. Pengawasan yang dilakukannya itu untuk menjaga stok dan harga barang agar tetap stabil, walaupun menghadapi bulan puasa dan musim hujan.

“Kita dapat pastikan harga barang tidak mengalami kenaikan tinggi saat puasa tiba. Bahkan juga kita akan berusaha agar ketersediaan barang tetap stabil walaupun hujan melanda. Sehingga kebutuhan pokok tercukupi untuk memenuhi permintaan masyarakat,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar