Ketum PPP: Mahasiswa Korban Tragedi 98 Lebih Layak Dapat Gelar Pahlawan daripada Soeharto

438
Pesona Indonesia
Ketua Umum PPP, Romahurmuziy. (foto: jpnn)
Ketua Umum PPP, Romahurmuziy. (foto: jpnn)

batampos.co.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menolak wacana pemberian gelar pahlawan kepada mantan Presiden RI kedua, Soeharto. PPP justru meminta pemerintah menyematkan gelar tersebut kepada para mahasiswa yang gugur saat tragedi Mei 1998.

Hal tersebut disampaikan saat acara peringatan 18 tahun reformasi yang digelar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Djakarta Theater, Jumat malam (20/5).

PPP beranggapan, justru yang lebih berhak untuk mendapatkan gelar pahlawan adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan dan Hendriawan Sie yang gugur tertembak.

Mereka meregang nyawa saat melakukan aksi damai memperjuangkan reformasi di dalam halaman kampus Universitas Trisakti, di Semanggi, Jakarta, 12 Mei 1998.

“Perjuangan membutuhkan pengorbanan, dan setiap korban pasti menyalakan lebih api perjuangan. Untuk itulah, pada 21 Mei 1998 Orde Baru yang dipimpin Soeharto tumbang,” kata Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

“Karenanya, melalui mimbar yang terhormat ini, PPP mengusulkan secara terbuka dan memerintahkan menindaklanjuti kepada Fraksi PPP DPR RI untuk bersama-sama dengan civitas akademika Universitas Trisakti mengusulkan keempat-empatnya sebagai Pahlawan Reformasi kepada pemerintah,” kata Romy dalam acara yang juga dihadiri Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua MPR Zulkifli Hasan. ‎
‎ (jpg)

Respon Anda?

komentar