Pelni Harus Intensif Jalin Komunikasi Terkait Persoalan Angkutan Laut

526
Pesona Indonesia
KM Bukit Raya saat berlabuh di Selat Lampa. foto:dok
KM Bukit Raya saat berlabuh di Selat Lampa. foto:dok

batampos.co.id – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Kepri, Sukhri Fakhrial mengimbau agar PT Pelni lebih intensif menjalin komunikasi dengan jajaran anggota legislatif dan Pemprov Kepri. Sudah semestinya, kata Sukhri, setiap terjadi kendala di lapangan menyangkut stabilitas transportasi dilaporkan dan dibahas bersama.

“Pelni jangan tanggung sendiri. Selesainya lambat,” tegas Sukhri, kemarin.

Bila terjalin komunikasi yang intensif antar semua lini, Sukhri meyakini tidak perlu sampai tiga bulan lamanya ketiadaan angkutan transportasi menuju Tambelan sebagaimana yang beberapa hari ini dihebohkan. Maka ketika laporan ini sampai di jajaran DPRD Kepri, tak pelak menjadi keheranan tersendiri. “Kok sampai tiga bulan. Ini aneh,” ungkap Sukhri.

Dengan tegas, Sukhri menyampaikan bahwasanya, jajaran DPRD Kepri punya niatan baik agar permasalahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa diselesaikan dan dicarikan jalan keluar demi kebaikan bersama. Karena selama ini, rupanya jajaran Komisi I DPRD Kepri telah melakukan pembahasan mengenai pengadaan kapal yang menghubungkan antarpulau di Provinsi Kepri.

“Tolong dipahami, kami juga punya niatan bikin kapal. Kalau hubungan baik dan bagus kenapa tidak. Harusnya jangan tanggung sendiri. Kami pantau ini,” ungkap Sukhri. Hal ini, sambung dia, juga sudah sempat dikomunikasikan dengan jajaran TNI-AL. “Mereka siap bantu. Tapi ini alternatif terakhir,” tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan hasil rapat dengar pendapat antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepri, Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, dan PT Pelni, Kamis (19/5) kemarin, sudah ada solusi untuk melayani rute pelayaran menuju kecamatan terdepan di Kabupaten Bintan tersebut.

Kepala Dishub Kepri, Muramis menyatakan, hasil rapat kemarin langsung dibawanya hari ini ke Jakarta. “Begitu rapat selesai langsung realisasi di Pelni. Begitu Pelni selesai langsung diumumkan,” tegas Muramis.

KM Bukit Raya dan KM Lawit bakal disiagakan. Hanya saja Muramis belum tahun secara pasti kapal yang akan berlayar. Bisa saja, kata dia, dua-duanya malah berlayar melayani rute ke Tambelan. Muramis menambahkan, kepada pihak Pelni, Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun sudah berkirim surat resmi.

“Yang sangat keras bunyinya dan sudah juga melampirkan surat-surat terdahulu. Karena itu, kami mengharapkan begitu selesai di Pelni, langsung bisa diumumkan jadwal dan harga tiketnya,” ungkap Muramis.

Sementara itu Manajer Umum PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Rudy Pentury membenarkan bahwasanya KM Bukit Raya dan Lawit diperkirakan bisa singgah ke Tambelan. Berhubung, kata dia, hal yang sama pernah dilakukan pada tahun 2014 silam. “Segala kemungkinan dan jalan keluar dari permasalahan ini pasti akan kami kaji,” tegas Rudy. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar