Pemerintah Keroyokan Cetak Sawah di Lingga

1238
Pesona Indonesia
Rombongan Kementan meninjau sawah dan lahan yang berpotensi dijadikan persawahan di Lingga. foto:hasbi/batampos
Rombongan Kementan meninjau sawah dan lahan yang berpotensi dijadikan persawahan di Lingga. foto:hasbi/batampos

batampos.co.id – Komitmen pemerintah pusat menciptakan Lingga sebagai lumbung padi di Kepulauan Riau berbuah manis. Hal tersebut terlihat dari kunjungan dan suport Direktur Perluasan dan Pengelolaan Lahan Ditjen Prasarana dan Sarana Kementrian Pertanian (Kemtan) RI, Prasetyo Nuksin sambangi arial pilot projek percetakan sawah Sungai Besar, Jumat (20/5) pagi.

Kunjungan ini, menjawab usulan Pemkab Lingga melalui Bupati, Alias Wello untuk percetakan sawah 3.000 hektare ke pusat beberapa waktu lalu. Untuk tahun 2016, Kementan akan realisasikan 350 hektare terlebih dahulu khusus di Lingga.

“Insya Allah, tahun ini akan kita realisasikan 350 hektare. Sisanya 2.650 hektare lagi menyusul di tahun 2017,” ungkap Prasetyo di Sungai Besar, Kecamatan Lingga Utara, kabupaten Lingga.

Pemerintah pusat sendiri, terang Prasetyo, juga memiliki program percetakan 1 Juta hektare sawah pada tahun 2019. Hal tersebut akan disejalankan dengan membangun 3.000 hektare sawah di Kabupaten Lingga “Bunda Tanah Melayu” sebagai penguatan pangan wilayah Kepri,” katanya.

Usaha Awe, sapaan akrab Bupati Lingga, dalam kegigihannya melakukan inovasi mencetak sawah di Lingga dengan dana pribadi juga diapresiasi Prasetyo. “Sebetulnya tiap tahun kita punya program mencetak sawah 200 Ribu Hektare. Khusus Lingga, kita apresiasi kegigihan dan inovasi bupati yang berani mencetak sawah dengan dana pribadi,” tambahnya.

Hal inilah yang kemudian menempatkan Lingga menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Apalagi targetnya, adalah memutus ketergantungan beras Kepri terhadap negara tetangga. Usahanya ini, membuahkan hasil dengan banyaknya pihak yang kini semakin melirik kabupaten paling selatan Kepri membangun kultur pertanian baru untuk kebutuhan warga pesisir dan kepulauan.

“Sebagai anak pulau, saya paham betul bagaimana sulitnya mendapat pasokan sembako. Khususnya beras. Apalagi saat musim laut tidak bersahabat. Kita (Lingga-Kepri) sangat bergantung pasokan beras dari luar,” jelas Awe.

Secara pribadi, mantan ketua DPRD ini mengaku sangat bersemangat setelah bertemu langsung Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian, Dr Ir Sumarjo Gatot Irianto MS DAA dan semakin optimis mencetak sawah di pulau Lingga.

“Beliau telah menyemangati dan meyakinkan saya bahwa apa yang saya perjuangkan agar Lingga menjadi lumbung beras dan sentra ketahanan pangan di Kepri bukanlah hal yang mustahil. Pemerintah pusat mendukung sepenuhnya,” ungkap Awe penuh semangat.

Sementara itu, terkait kendala percetakan sawah di Lingga baik soal pupuk, bibit maupun alat pertanian yang disampaikan langsung Awe kepada Kementan, Prasetyo mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan segera mendatangkan tenaga ahli. Meneliti lebih jauh kandungan tanah dan jenis padi yang cocok untuk sawah di Lingga.

“Minggu depan kita akan turunkan ahli tanah ke Lingga untuk melakukan penelitian kandungan tanah yang cocok untuk bibit padi di Lingga. Solusi pupuk, nanti bisa dibangun penangkaran pupuk di sini,”ujarnya.

Sementara terkait alat pertanian, Kementan berjanji akan menfasilitasi pemkab Lingga untuk tiga tahun kedepan.

“Kita akan fasilitasi selama tiga tahun kedepan. Nanti setelah itu baru di berjalan mandiri,” ujarnya.

Mengenai soal perluasan lahan sawah, selama bukan lahan hutan ataupun hutan konversi Ditjen Kementan akan mensupor. Secara gambalang ia mengatakan, pihaknya tidak mau berurusan dengan lahan yang ada sangkut pautnya dengan kementrian kehutanan. Artinya selama lahan tersebut bukan hutan, Ditjen serius mendukung sekaligus memfasilitasi percetakan sawah di Lingga.

“Asal ada potensi kita dukung. Kita selama lima tahun mencetak satu juta hektar sawah. Kalau ini kita kasih. Kita minta yang 350 ha ini segera diselesaikan,” ujarnya. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar