Perpusda Kepri Masuk Kategori Terbaik di Indonesia

753
Pesona Indonesia
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun membaca salah satu koleksi buku di Perpustakaan Daerah. foto:humas pemprov
Plt Gubernur Kepri Nurdin Basirun membaca salah satu koleksi buku di Perpustakaan Daerah. foto:humas pemprov

batampos.co.id – Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kepri resmi menempati gedung baru yang diberi nama Muhammad Yusuf Ahmadi. Secara resmi perpindahan dieks Kantor Gubernur Kepri di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang tersebut diresmikan oleh Plt Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Jumat (20/5)

Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Kepri ini dibangun dengan visi untuk mewujudkan masyarakat Kepulauan Riau yang berbudaya Melayu, gemar membaca dan sadar arsip. Dan misinya adalah Pembinaan Perpustakaan dan Arsip, meningkatkan budaya gemar membaca serta pelayanan melalui system informasi, komunikasi dan kesetaraan meningkatkan sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusia (SDM) Perpustakaan dan Arsip yang profesional.

“Di gedung yang sangat megah ini ada buku, tempat membaca, tempat bertanya, tempat berfikikir, tempat berinovasi. Semoga kedepan nya masyarakat dapat lebih rajin lagi membaca dan mendapatkan ilmu pengetahuan dengan ada nya perpustakan ini” pesan Nurdin.

Keberadaan perpustakaan ini juga merupakan sumber sarana karya cetak dan karya rekam, naskah/manuskrip kuno serta arsip daerah. Selain itu juga sebagai sumber rujukan yang lengkap dan mutakhir. Sebagai Tempat penelitian dan ketersediaan koleksi digital yang dapat diakses secara mudah dan cepat, sebagai pusat pelestarian perpustakaan dan arsip melalui penguatan sarana dan prasarana, dan sebagai lembaga Pembina semua jenis perpustakaan dan arsip.

“Alhamdulillah hari ini kita bersama sama meresmikan Perpustakaan ini dan mari kita semua mengucapkan Basmallah atas peresmian gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah ini. Semoga dapat di manfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” tutup Nurdin

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kepri, Amir Husein mengatakan, Amir Husin mengatakan Gedung Muhammad Yusuf Ahmadi memang dirancang sedemikian rupa. Bahkan didesign dengan konsep yang elegan. Sehingga akan memberikan rasa nyaman setiap pengunjung yang datang.

“Ada studio mini, ada kafe di ruang baca. Ada ruangan baca umum, ada juga ruang baca tertutup. Kafe disiapkan untuk menambah kenyamanan dalam membaca buku disini,” ujar Amir Husin menambahkan.

Disebutkannya juga, dibagian bawah ada reato sama dengan ruang baca juga. Masih kata Amir Husin, di Gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas wifi dengan kecepatan tinggi. Selain itu juga dilengkapi dengan mushala dan ruangan pertemuan.

“Disini juga sudah dilengkapi dengan e book. Selain buku-buku koleksi daerah dan nasional. Juga dilengkapi dengan ruangan deposit. Disini menyimpan 164 ribu buku dengan berbagai judul dan bisa diakses melalui sistem internet,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Perpustakaan Nasional, Woro Titi Haryanti, juga menambahkan dilokasi yang baru ini, sudah memenuhi standart nasional. Bahkan masuk yang terbaik di Indonesia. Ia berharap dengan konsep ini memberikan keramahan kepada siapa saja yang berkunjung.

“Peningkatan ini juga harus diikuti dengan peningkatan minat baca masyarakat. Rekan-rekan jurnalis juga bisa menjadi lokasi disini sebagai tempat untuk menulis. Artinya komunitas apa saja bisa beraktivitas disini,” jelasnya.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar