Spesialis Garong di Rumah Ditangkap Polisi

615
Pesona Indonesia
Kapolsek Meral AKP Agung Gima Sunarya memberikan keterangan terkait penangkapan pelaku pencurian. foto;sandi/batampos
Kapolsek Meral AKP Agung Gima Sunarya memberikan keterangan terkait penangkapan pelaku pencurian. foto;sandi/batampos

batampos.co.id – Aksi garong atau pencurian yang dilakukan oleh Ja, warga Kecamatan Meral Barat sejak beberapa bulan lalu sampai dengan bulan ini terhenti setelah perbuatannya dilaporkan oleh korban dan berhasil ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Meral di tempat tinggalnya pada Selasa (17/5).

”Awalnya, kita menerima dua laporan dari Indra dan Safrudin warga Perumahan Puri Granit Indah, Kelurahan Darussalam pada hari bersamaan, yakni pada Sabtu (14/5). Dalam laporan tersebut diterangkan bahwa kedua korban menderita kerugian sekitar Rp 8,5 juta akibat hilangnya barang-barang berharga milik kedua korban,” ujar Kapolsek Meral, AKP Agung Gima Sunarya, Jumat (20/5).

Kemudian, kata Kapolsek, tersangka Ja juga telah melakukan pencurian pada bulan lalu di rumah milik Zulfan, warga Parit Rampak, Kecamatan Meral. Dari rumah korban tersangka berhasil membawa barang-barang dengan nilai Rp 8 juta. Kemudian, pada 12 Februari 2016 di Guntung Punang tersangka juga beraksi di rumah Endang dan menyebabkan korban menderita kerugian Rp 5 juta. Selain itu, pada hari yang sama, tersangka juga beraksi di rumah Yusuf yang berada di lokasi yang sama sehingga menyebabkan kerugian korban Rp 1,3 juta.

”Jadi, jika ditotal keseluruhan ada 5 tempat yang menjadi korban pencurian oleh tersangka Ja. namun, apakah ada lokasi lain yang menjadi korban, masih kita dalami. Yang jelas, korban dalam beraksi tidak sendirian. Melainkan bersama dengan satu orang rekannya berinisial Za. Rekan tersangka ini berhasil melarikan diri pada saat kita melakukan penangkapan terhadap Ja. Meski demikian, kita tetap melakukan pengejaran terhadap Za,” papar Agung.

Dari penangkapan Za pada Sabtu (17/5) di rumahnya, polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua senapan angin, 4 unit ponsel, 1 unit tablet ponsel, mesin senso dan satu unit kamera digital. Barang bukti yang disita ini belum semuanya. Sebab, sebagian sudah ada yang dijual dengan harga murah. Kemudian, satu unit sepeda motor Suzuki dengan nomor polisi BP 5240 KA. Diduga sepeda motor yang digunakan juga tidak memiliki surat resmi dan pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Satlantas Polres Karimun.

Dalam beraksi, tersangka selalu mencongkel pintu atau jendela rumah korban. Tersangka Ja kepada koran ini menyatakan bahwa dia tidak langsung beraksi di rumah yang akan menjadi sasaran pencurian. ”Tapi, terlebih dulu melakukan peninjauan atau survei pada siang harinya. Setelah memastikan situasi di rumah yang akan d curi, maka pada tengah malam atau dini hari langsung beraksi. Hasilnya sudah ada yang dijual untuk kebutuhan sehari-hari,” terang tersangka. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar