Tentara Tewas Terbakar Setelah Selamatkan Bayi Tetangga

6203
Pesona Indonesia
Kebakaran hebat menghangsukan belasan rumah kayu di Desa Sri Tanjung, Tarempa, Anambas, Jumat (20/5). foto:syahid/batampos
Kebakaran hebat menghangsukan belasan rumah kayu di Desa Sri Tanjung, Tarempa, Anambas, Jumat (20/5). foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Belasan rumah panggung di Desa Sri Tanjung Tarempa, Kabupaten Anambas, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (20/5) sekitar pukul 01.30 dini hari. Selain sejumlah korban luka, insiden ini menewaskan seorang anggota TNI AL, Serda APN Sulton.

Menurut informasi di lapangan, saat awal-awal terjadi kebakaran, almarhum sempat menyelamatkan putranya dan menitipkannya di rumah tetangga. Dia juga sempat mengabarkan peristiwa kebakaran ini kepada istrinya yang saat itu sedang bertugas di Puskesmas Tarempa yang lokasinya tak terlalu jauh dari lokasi kebakaran.

Setelah mengabari istrinya, Sulton kembali ke rumahnya. Saat itu Sulton ikut membantu evakuasi tetangganya yang terjebak api. Termasuk menyelamatkan seorang bayi tetangganya.

“Setelah itu, almarhum kembali masuk ke dalam rumahnya,” kata Komandan Lanal Tarempa, Letkol Laut (P) Ronal Rarun.

Namun saat itu sebagian besar rumah korban sudah dilalap api. Kemungkinan, Sulton kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan barang-barang berharga milikinya. Namun sejak itu, Sulton tak pernah keluar lagi dari dalam rumahnya.

Setelah api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00, atau 3 jam 30 menit kemudian, warga menemukan sesosok mayat yang hangus terbakar. Awalnya, mereka tak mengenali mayat tersebut karena kondisinya sudah hangus. Hingga akhirnya istri Sulton memastikan jika mayat tersebut adalah suaminya.

“Kami melakukan identifikasi, tapi istrinya memastikan itu adalah suaminya,” jelasnya.

Ronal mengatakan, Sulton merupakan bintara kesehatan yang bertugas di balai kesehatan Mako Lanal Tarempa. Dalam kesehariannya, kata Ronal, Sulton memang dikenal memiliki sifat yang peduli dengan sesama. Termasuk dengan pasien di balai kesehatan Mako Lanal Tarempa.

“Beliau ini suka membantu. Jika membantu pasien tidak pernah mempedulikan waktu, dimanapun dan kapanpun. Meski pasien itu datang ke rumahnya tengah malam, tetap dibantu,” ungkap Ronal.

Kata Ronal, jenazah Sulton akan dikebumikan di Tanjungpinang. Jenazah dikirim dengan menggunakan kapal feri Anambas 1. Secara kedinasan dan secara pribadi dirinya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Anambas yang telah
membantu memfasilitasi kapal untuk membawa jenazah almarhum Sulton berangkat ke Tanjungpinang.

“Sesuai permintaan keluarga jenazah akan dikebumikan di Tanjungpinang,” ungkapnya lagi.

Pantauan Batam Pos, saat kejadian api langsung membesar dan membakar belasan rumah di kawasan itu. Sebab sebagian besar rumah panggung tersebut terbuat dari papan dan kayu.

Warga terlihat bahu-membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun upaya tersebut sia-sia.

Tim Pemadam Kebakaran Pemkab Anambas baru tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB. Dan api baru benar-benar bisa dijinakkan sekitar pukul 05.00 pagi. Namun saat itu belasan rumah sudah hangus.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu. Namun dugaan sementara karena arus pendek listrik. “Ini gara-gara listrik sering padam, masak dalam satu malam tiga kali padam,” ujar seorang warga.

Buyung, seorang warga desa tersebut mengatakan api bersumber dari rumah Baharudin, seorang pensiunan PNS Pemkab Anambas. “Api berasal dari rumahnya kemudian menjalar kerumah warga lainnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Baharuddin sendiri hingga kemarin masih dirawat di Puskesmas Tarempa karena mengalami luka bakar cukup parah di kedua tangan dan kepalanya. Dia terbakar karena menyelamatkan istrinya, Weni, dan kedua anaknya yang masih balita.

Dia membenarkan, sebelum kebakaran terjadi listrik di rumahnya padam sekitar pukul 22.00 WIB. Sehingga dia mencabut semua sambungan listrik.

“Rasanya saya mimpi tangan saya terbakar, tapi setelah bangun ternyata ada kebakaran sungguhan,” katanya.

Saat terbangun, api sudah membesar. Bahar dan istrinya panik. Mereka makin ketakutan karena tak bisa keluar rumah lewat pintu. Sebab saat pintu dibuka, api langsung menyambar masuk.

“Makanya saya langsung tutup lagi pintunya,” katanya.

Masih dalam keadaan panik, Bahar beserta istri dan kedua anaknya mencari jalan keluar melalui jendela yang berada di belakang rumah. Namun dirinya kesulitan keluar dari jebakan api karena rumahnya adalah rumah panggung, sementara itu di belakang rumahnya juga tidak ada pelantar kayu yang menghubungkan ke jalan keluar. Yang ada hanya sepotong kayu sebesar lengan orang dewasa.

Melalui kayu itu dirinya menggendong anaknya yang masih berusia tiga tahun. Kemudian istrinya menggendong anaknya yang masih bayi. “Di belakang rumah itu cuma ada satu batang kayu yang menghubungkan ke pelantar beton, kayu itu yang menolong kami,” ungkapnya sambil terengah-engah.

Selain belasan rumah warga, kebakaran tersebut juga menghanguskan Kantor Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Penanggulan Becana Daerah (Bakesbangpol dan PBD) Kabupaten Anambas. Bangunan serta seluruh isinya ludes terbakar.

Wakil Bupati Anambas, Wan Zuhendra, mengatakan untuk sementara waktu Kantor Kesbangpol dan PBD akan ditempatkan di rumah dinas Pemkab Anambas. “Ini keputusan rapat koordinasi yang kita lakukan,” kata Wan Kepada sejumlah Wartawan, Jumat (20/5) siang.

Disingngung mengenai lambannya petugas pemadam kebakaran, Wan berjani akan mengevaluasinya. “Untuk selanjutnya infrastruktur akan dimamsimalkan,” katanya.

Terpisah Kepala Kantor Bakesbangpol dan BPD Anambas, Mirwansyah, mengungkapkan akibat kebakaran tersebut seluruh aset dan arsip yang ada di kantor ludes dilalap si jago merah. “Saat kejadian, saya belum tidur. Seluruh mobiler, aset, AC termasuk empat unit laptop pribadi staf saya habis semuannya,” tegasnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar